Compliance Excellence Program melalui Optimalisasi Suspicious Transaction Reporting Mechanism
Compliance Excellence Program melalui Optimalisasi Suspicious Transaction Reporting Mechanism
Description
Dalam industri perbankan, penerapan sistem kepatuhan yang efektif merupakan faktor penting dalam menjaga integritas, reputasi, dan keberlanjutan operasional bank. Salah satu komponen utama dalam program kepatuhan, khususnya dalam kerangka Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT), adalah mekanisme Suspicious Transaction Reporting (STR) yang efektif dan akurat.
Suspicious Transaction Reporting berfungsi sebagai instrumen penting dalam mendeteksi, menganalisis, dan melaporkan transaksi yang diduga terkait dengan aktivitas pencucian uang atau pendanaan terorisme. Namun, dalam praktiknya, bank sering menghadapi tantangan seperti keterbatasan analisis transaksi, koordinasi antar unit yang belum optimal, serta kebutuhan peningkatan kualitas pelaporan.
Melalui Compliance Excellence Program, bank dapat meningkatkan kualitas sistem kepatuhan dengan mengoptimalkan mekanisme pelaporan transaksi mencurigakan, memperkuat proses analisis transaksi, serta memastikan koordinasi yang efektif antara unit operasional, risk management, dan compliance.
Objectives
- Meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya Suspicious Transaction Reporting dalam sistem kepatuhan perbankan.
- Membekali peserta dengan strategi untuk mengoptimalkan proses identifikasi, analisis, dan pelaporan transaksi mencurigakan.
- Mengembangkan kemampuan peserta dalam meningkatkan kualitas dan akurasi laporan transaksi mencurigakan.
- Mendorong kolaborasi yang lebih efektif antara unit operasional, risk management, dan compliance dalam proses pelaporan.
- Mendukung penguatan program Compliance Excellence melalui peningkatan efektivitas sistem pelaporan dan pengawasan transaksi.
Course outline
1. Kerangka Regulasi dan Kepatuhan APU-PPT
- Regulasi nasional dan standar internasional terkait APU-PPT
- Kewajiban bank dalam pelaporan transaksi mencurigakan
- Peran regulator dan lembaga pengawas dalam sistem kepatuhan
2. Konsep Suspicious Transaction Reporting (STR)
- Pengertian dan tujuan STR dalam sistem kepatuhan
- Alur proses identifikasi dan pelaporan transaksi mencurigakan
- Peran unit kerja dalam proses STR
3. Strategi Optimalisasi Mekanisme STR
- Penguatan prosedur internal pelaporan
- Pengembangan indikator dan skenario transaksi mencurigakan
- Peningkatan kualitas analisis transaksi
4. Pemanfaatan Teknologi dalam Monitoring dan Pelaporan
- Sistem transaction monitoring dan alert management
- Integrasi data untuk analisis transaksi
- Digital tools untuk pelaporan dan dokumentasi
5. Koordinasi Internal dalam Proses Pelaporan
- Kolaborasi antara compliance, risk management, dan operasional
- Proses investigasi internal terhadap transaksi mencurigakan
- Mekanisme eskalasi dan pengambilan keputusan
6. Peningkatan Kualitas Laporan Transaksi Mencurigakan
- Teknik penyusunan laporan yang komprehensif dan akurat
- Dokumentasi analisis dan evidensi transaksi
- Standar kualitas laporan kepada regulator
7. Studi Kasus dan Best Practice
- Analisis kasus STR di sektor perbankan
- Diskusi kelompok dan simulasi penyusunan laporan
- Praktik terbaik dalam meningkatkan efektivitas sistem pelaporan
Participants
- Divisi Kepatuhan (Compliance)
- Divisi Anti Money Laundering (AML) / APU-PPT
- Divisi Manajemen Risiko
- Divisi Fraud Risk Management
- Divisi IT / Teknologi Informasi
- Divisi Data & Analytics
- Divisi Operasional
- Divisi Audit Internal
- Divisi Keamanan Informasi / IT Security
- Divisi Direksi / Board of Directors
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)