Optimisasi Cash Management dan Short-Term Funding
Optimisasi Cash Management dan Short-Term Funding
Description
Cash management adalah proses mengelola arus kas bank atau perusahaan agar selalu tersedia untuk memenuhi kewajiban, memaksimalkan likuiditas, dan meminimalkan biaya.
Short-term funding adalah pendanaan jangka pendek untuk menutup kebutuhan likuiditas sementara, misalnya:
- Penempatan antar bank (call money)
- Pinjaman overnight
- Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Optimalisasi kedua hal ini penting untuk:
- Menjaga likuiditas bank tetap stabil
- Meminimalkan biaya dana (cost of fund)
- Mendukung operasional dan ekspansi kredit
Objectives
1. Menjaga Likuiditas Bank
Memastikan dana selalu tersedia untuk kewajiban jangka pendek.
2. Mengurangi Biaya Dana (Cost of Fund)
Meminimalkan penggunaan dana mahal dan memaksimalkan dana murah (CASA).
3. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Mempercepat arus kas masuk dan keluar, meminimalkan idle fund.
4. Memastikan Kepatuhan Regulasi
Memenuhi ketentuan Bank Indonesia terkait rasio likuiditas dan cadangan minimum.
5. Mendukung Profitabilitas dan NIM
Optimalisasi arus kas dan pendanaan berdampak langsung pada margin bunga bersih.
Course outline
a. Cash Management
- Cash Flow Forecasting
Prediksi kebutuhan dana harian, mingguan, dan bulanan.
Memastikan saldo mencukupi untuk operasional dan kredit.
- Cash Concentration
Mengumpulkan dana dari berbagai cabang atau unit agar bisa digunakan secara efisien.
- Cash Sweeping & Pooling
Otomatisasi pemindahan dana dari rekening kecil ke rekening utama untuk memaksimalkan penggunaan.
- Receivables & Payables Management
Mempercepat penerimaan (collections)
Mengatur pembayaran (disbursement) agar saldo tetap optimal
b. Short-Term Funding
- Call Money / Interbank Lending
Pinjaman antar bank jangka pendek (overnight) untuk menutup kekurangan likuiditas sementara.
- Repo (Repurchase Agreement)
Penjualan surat berharga dengan perjanjian beli kembali untuk memperoleh dana jangka pendek.
- Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Instrumen pasar uang yang dapat digunakan untuk menempatkan dana atau mendukung likuiditas jangka pendek.
- Commercial Paper / Bank Notes
Surat utang jangka pendek untuk kebutuhan likuiditas sementara.
c. Strategi Optimisasi
1. Analisis Kebutuhan dan Surplus Dana
Memetakan waktu masuk dan keluar dana untuk mengurangi idle fund.
2. Diversifikasi Sumber Dana
Menggunakan kombinasi CASA, deposito, call money, repo, dan SBI.
3. Monitoring dan Dashboard
Memantau saldo harian, arus kas, dan rasio likuiditas secara real-time.
4. Cost Optimization
Menyeimbangkan penggunaan dana murah (abungan/giro) dengan dana mahal (deposito/short-term funding).
5. Contingency Planning
Menyiapkan alternatif pendanaan jika terjadi tekanan likuiditas mendadak.
d. Tantangan
- Fluktuasi suku bunga pasar jangka pendek
- Perubahan pola transaksi nasabah
- Kompetisi antar bank untuk dana murah
- Ketidakpastian ekonomi dan likuiditas pasar
e. Manfaat
- Likuiditas selalu terjaga
- Biaya dana lebih rendah
- Proses operasional lebih efisien
- Profitabilitas meningkat
- Kepatuhan regulasi terpenuhi
Participants
- Treasury
- Cash Management
- Finance
- Risk Management
- Corporate Banking
- Liquidity Management
- Compliance
- Strategic Planning
- Operations
- Internal Audit
- Management
- Top Management / Executive
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)