PSAK 71 Mastery: Strategi Akurasi Estimasi CKPN di Tengah Ketidakpastian Kondisi Makroekonomi
PSAK 71 Mastery: Strategi Akurasi Estimasi CKPN di Tengah Ketidakpastian Kondisi Makroekonomi
Description
Implementasi PSAK 71 (Instrumen Keuangan) telah membawa perubahan fundamental dalam cara lembaga keuangan mengukur dan mengakui kerugian penurunan nilai aset keuangan melalui pendekatan Expected Credit Loss (ECL). Berbeda dengan pendekatan incurred loss sebelumnya, PSAK 71 menuntut estimasi kerugian kredit yang bersifat forward-looking, dengan mempertimbangkan informasi historis, kondisi saat ini, serta proyeksi kondisi makroekonomi di masa depan.
Dalam praktiknya, penerapan PSAK 71 menghadirkan tantangan yang signifikan, terutama dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global yang tinggi. Fluktuasi suku bunga, inflasi, nilai tukar, perlambatan pertumbuhan ekonomi, hingga risiko geopolitik dapat memengaruhi kualitas portofolio kredit secara dinamis. Hal ini membuat estimasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) menjadi semakin kompleks dan sangat bergantung pada asumsi serta model yang digunakan.
Salah satu tantangan utama adalah bagaimana memastikan bahwa model ECL yang digunakan tetap akurat, konsisten, dan tidak terlalu konservatif maupun terlalu optimistis. Kesalahan dalam estimasi CKPN dapat berdampak langsung pada laporan keuangan, rasio permodalan, serta persepsi pasar terhadap kesehatan lembaga keuangan.
Objectives
- Meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan prinsip PSAK 71 (Expected Credit Loss).
- Membekali peserta dengan kemampuan dalam memahami struktur perhitungan CKPN.
- Mengembangkan kemampuan dalam membangun dan mengkalibrasi model ECL.
- Meningkatkan keterampilan dalam mengintegrasikan data makroekonomi ke dalam estimasi CKPN.
- Memperkuat kemampuan dalam melakukan analisis sensitivitas dan stress testing.
- Meningkatkan akurasi dan konsistensi estimasi CKPN dalam berbagai skenario ekonomi.
- Mendorong penerapan governance dan kontrol model yang kuat dalam perhitungan ECL.
Course outline
1. Overview PSAK 71 dan Expected Credit Loss
- Latar belakang dan perubahan dari PSAK sebelumnya
- Konsep dasar ECL
- Tahapan perhitungan (Stage 1, 2, dan 3)
2. Struktur dan Komponen CKPN
- Probability of Default (PD)
- Loss Given Default (LGD)
- Exposure at Default (EAD)
- Discounting dan time horizon
3. Pengelompokan Aset dan Staging
- Kriteria Stage 1, 2, dan 3
- Significant increase in credit risk (SICR)
- Dampak staging terhadap CKPN
4. Model Expected Credit Loss
- Pendekatan model statistik dan scoring
- Lifetime vs 12-month ECL
- Kalibrasi dan validasi model
- Tantangan implementasi model
5. Integrasi Makroekonomi dalam PSAK 71
- Forward-looking information
- Variabel makroekonomi (GDP, inflasi, suku bunga, dll.)
- Scenario weighting (base, optimistic, pessimistic)
- Macroeconomic overlay
6. Stress Testing dan Sensitivitas CKPN
- Analisis skenario ekstrem
- Dampak perubahan asumsi makro
- Sensitivity analysis terhadap PD, LGD, EAD
7. Governance dan Model Risk Management
- Validasi model CKPN
- Dokumentasi dan audit trail
- Peran risk management dan finance
- Model governance framework
8. Tantangan Implementasi di Lapangan
- Keterbatasan data historis
- Volatilitas ekonomi
- Judgment vs model output
- Konsistensi antar portofolio
9. Studi Kasus dan Simulasi
- Perhitungan CKPN sederhana
- Simulasi perubahan skenario ekonomi
- Analisis dampak terhadap laporan keuangan
- Diskusi best practices
Participants
- Divisi Akuntansi
- Divisi Pelaporan Keuangan (Financial Reporting)
- Divisi Manajemen Risiko Kredit
- Divisi Risk Management
- Divisi Enterprise Risk Management (ERM)
- Divisi Kredit
- Divisi Portfolio Management Kredit
- Divisi Data Analytics / Risk Analytics
- Divisi Ekonomi & Riset
- Divisi Audit Internal
- Divisi Kepatuhan (Compliance)
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)