Operational Resilience Framework: Menjamin Keberlangsungan Bisnis Perbankan di Tengah Disrupsi Teknologi yang Masif
Scheduled 13 - 14 Mei 2026 Yogyakarta
Registration
Operational Resilience Framework: Menjamin Keberlangsungan Bisnis Perbankan di Tengah Disrupsi Teknologi yang Masif

Operational Resilience Framework: Menjamin Keberlangsungan Bisnis Perbankan di Tengah Disrupsi Teknologi yang Masif

13 - 14 Mei 2026 Yogyakarta Hotel Ibis Style

Description

Industri perbankan saat ini menghadapi lanskap risiko yang semakin kompleks, dipicu oleh percepatan transformasi digital, ketergantungan tinggi pada infrastruktur teknologi, serta meningkatnya interkoneksi dengan berbagai pihak ketiga dalam ekosistem keuangan. Inovasi teknologi memang membuka peluang besar dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, namun di saat yang sama juga meningkatkan kerentanan terhadap gangguan operasional, baik yang disebabkan oleh kegagalan sistem, serangan siber, kesalahan manusia, maupun disrupsi eksternal lainnya.

Dalam konteks ini, konsep operational resilience menjadi semakin krusial. Tidak hanya berfokus pada kemampuan mencegah gangguan, operational resilience menekankan kemampuan organisasi untuk tetap menjalankan fungsi-fungsi bisnis kritikal dalam kondisi terganggu, serta memulihkan layanan secara cepat dengan dampak seminimal mungkin terhadap nasabah dan stabilitas sistem keuangan.

Pendekatan tradisional seperti business continuity management (BCM) dan disaster recovery planning (DRP), meskipun tetap relevan, perlu diperluas menjadi kerangka yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Operational resilience framework menggabungkan berbagai elemen seperti manajemen risiko operasional, ketahanan teknologi, manajemen pihak ketiga, serta tata kelola yang kuat dalam satu pendekatan yang holistik.

Objectives

  • Meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan urgensi operational resilience dalam industri perbankan.
  • Membekali peserta dengan kerangka kerja dalam membangun operational resilience framework.
  • Mengembangkan kemampuan dalam mengidentifikasi layanan bisnis kritikal (important business services).
  • Meningkatkan keterampilan dalam menetapkan impact tolerance dan parameter ketahanan.
  • Memperkuat kemampuan dalam mengelola risiko operasional dan ketergantungan terhadap pihak ketiga.
  • Meningkatkan kesiapan organisasi dalam menghadapi dan memulihkan gangguan operasional.
  • Mendorong integrasi antara manajemen risiko, teknologi, dan tata kelola dalam menjaga keberlangsungan bisnis.

Course outline

1. Landscape Disrupsi Teknologi dan Risiko Operasional

  • Tren digitalisasi perbankan
  • Sumber risiko operasional (teknologi, manusia, proses, eksternal)
  • Studi kasus gangguan operasional di industri keuangan

2. Konsep dan Prinsip Operational Resilience

  • Definisi dan evolusi konsep
  • Perbedaan dengan BCM dan DRP
  • Prinsip-prinsip utama operational resilience

3. Identifikasi Important Business Services

  • Penentuan layanan kritikal
  • Mapping end-to-end proses bisnis
  • Identifikasi dependensi (sistem, SDM, vendor)

4. Penetapan Impact Tolerance

  • Definisi dan parameter
  • Penentuan batas toleransi gangguan
  • Pengukuran dampak terhadap nasabah dan bisnis

5. Risk Assessment dan Scenario Testing

  • Identifikasi risiko terhadap layanan kritikal
  • Pengembangan skenario gangguan ekstrem
  • Stress testing dan scenario analysis

6. Penguatan Ketahanan Operasional

  • Strategi mitigasi risiko operasional
  • Redundansi sistem dan infrastruktur
  • Manajemen pihak ketiga (third-party risk management)
  • Penguatan kontrol internal

7. Incident Management dan Response

  • Proses penanganan insiden
  • Koordinasi lintas fungsi
  • Komunikasi internal dan eksternal
  • Evaluasi pasca-insiden

8. Integrasi dengan BCM, DRP, dan ERM

  • Alignment dengan business continuity dan disaster recovery
  • Integrasi dalam kerangka ERM
  • Governance dan peran manajemen

9. Monitoring, Reporting, dan Continuous Improvement

  • Key risk indicators (KRI)
  • Dashboard ketahanan operasional
  • Audit dan review berkala
  • Continuous improvement framework

10. Studi Kasus dan Simulasi

  • Simulasi gangguan layanan kritikal
  • Table-top exercise
  • Penyusunan operational resilience plan
  • Diskusi best practices industri

Participants

  • Divisi Business Continuity Management (BCM)
  • Divisi Operational Risk / Manajemen Risiko Operasional
  • Divisi Enterprise Risk Management (ERM)
  • Divisi IT / Teknologi Informasi
  • Divisi Cyber Security
  • Divisi Disaster Recovery / IT DRP
  • Divisi Infrastruktur TI (IT Infrastructure)
  • Divisi Digital Banking
  • Divisi Governance, Risk & Compliance (GRC)
  • Divisi Audit Internal
  • Divisi Perencanaan Strategis
  • Divisi Customer Experience (CX)

Method

  • Pre-test
  • Presentation
  • Discussion
  • Case study
  • Post-test

Facilities

  • Ruang Meeting Representatif
  • Sertifikat Pelatihan Resmi
  • Instruktur Profesional & Berpengalaman
  • Training Kit Eksklusif
  • Souvenir
  • Pick Up Participant (Yogyakarta)
Back to services

Registration form

Top