Penyusunan Risk Register, Risk Mapping, dan Risk Control Self Assessment (RCSA) yang Efektif dan Praktis
Penyusunan Risk Register, Risk Mapping, dan Risk Control Self Assessment (RCSA) yang Efektif dan Praktis
Description
Industri perbankan menghadapi berbagai risiko seperti risiko kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, reputasi, dan strategis. Untuk memastikan pengelolaan risiko yang terstruktur dan terdokumentasi, bank perlu memiliki:
- Risk Register → daftar sistematis seluruh risiko yang teridentifikasi
- Risk Mapping (Heat Map) → pemetaan risiko berdasarkan tingkat kemungkinan dan dampak
- Risk Control Self Assessment (RCSA) → penilaian mandiri unit kerja terhadap efektivitas kontrol
Pendekatan ini mendukung penerapan Enterprise Risk Management (ERM), meningkatkan governance, serta membantu pemenuhan regulasi OJK dan standar Basel.
Objectives
- Memahami Konsep Risk Register, Risk Mapping, dan RCSA
Memberikan pemahaman menyeluruh tentang fungsi dan keterkaitannya.
- Menyusun Risk Register yang Komprehensif dan Praktis
Mengidentifikasi risiko utama dan mendokumentasikannya secara sistematis.
- Membuat Risk Mapping yang Objektif dan Terukur
Mengklasifikasikan risiko berdasarkan likelihood dan impact untuk prioritas mitigasi.
- Melaksanakan RCSA Secara Efektif
Mengevaluasi efektivitas kontrol dan menentukan residual risk.
- Meningkatkan Budaya Risk Awareness dan Ownership
Mendorong setiap unit kerja bertanggung jawab atas risiko masing-masing.
Course outline
A. Dasar-Dasar Manajemen Risiko
- Jenis risiko dalam perbankan
- Konsep inherent risk vs residual risk
- Risk appetite dan risk tolerance
- Three Lines of Defense
B. Penyusunan Risk Register
- Teknik identifikasi risiko (brainstorming, workshop, incident history, audit findings)
- Struktur Risk Register yang efektif:
- Deskripsi risiko
- Penyebab (risk driver)
- Dampak potensial
- Risk owner
- Inherent risk rating
- Existing control
- Residual risk
- Action plan & target date
- Tips membuat risk register yang sederhana namun informatif
C. Risk Mapping (Heat Map)
- Skala penilaian likelihood (1–5) dan impact (1–5)
- Matriks risiko 3x3 atau 5x5
- Kategori risiko: Low, Medium, High, Extreme
- Teknik visualisasi heat map
- Penentuan prioritas risiko kritikal
D. Risk Control Self Assessment (RCSA)
- Tujuan dan manfaat RCSA
- Tahapan RCSA:
1. Identifikasi risiko unit
2. Identifikasi kontrol yang ada
3. Penilaian efektivitas kontrol (Effective / Partially Effective / Ineffective)
4. Penentuan residual risk
- Dokumentasi hasil dan escalation proces
E. Integrasi & Monitoring
- Integrasi Risk Register dan RCSA ke dashboard risiko
- Pelaporan ke Komite Manajemen Risiko
- Review berkala (triwulan/semester)
- Tracking action plan dan continuous improvement
F. Studi Kasus & Simulasi
- Simulasi penyusunan Risk Register unit kredit
- Pembuatan heat map risiko operasional cabang
- Latihan RCSA dan penentuan residual risk
- Diskusi gap control dan rencana mitigasi
Participants
- Risk Management
- Internal Audit
- Compliance
- Corporate Governance
- Operational Risk
- IT Governance
- Finance
- Strategic Planning
- Data Analytics
- Management
- Top Management / Executive
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)