Penyusunan Kredit Recovery Plan yang Terintegrasi dengan Business Continuity Bank
Scheduled 30 – 31 Maret 2026 Jakarta
Registration
Penyusunan Kredit Recovery Plan yang Terintegrasi dengan Business Continuity Bank

Penyusunan Kredit Recovery Plan yang Terintegrasi dengan Business Continuity Bank

30 – 31 Maret 2026 Jakarta Hotel Asyana Kemayoran

Description

Dalam kondisi krisis ekonomi, volatilitas pasar, atau gangguan sistemik, risiko kredit bermasalah dapat meningkat secara signifikan dan berdampak pada likuiditas, profitabilitas, dan stabilitas bank.

Kredit Recovery Plan adalah rencana strategis untuk memulihkan kualitas portofolio kredit dan meminimalkan kerugian. Namun, agar efektif, recovery plan harus terintegrasi dengan Business Continuity Plan (BCP) sehingga langkah penyelamatan kredit selaras dengan strategi ketahanan operasional bank.

Integrasi ini memastikan bahwa:

  • Upaya recovery tidak mengganggu stabilitas operasional
  • Likuiditas dan modal tetap terjaga
  • Risiko reputasi dan kepatuhan dapat dikendalikan

Pendekatan ini menggabungkan manajemen risiko kredit, perencanaan likuiditas, strategi operasional, dan governance dalam satu kerangka yang terkoordinasi.

Objectives

1. Memahami Konsep Kredit Recovery Plan Terintegrasi

Menjelaskan hubungan antara manajemen kredit bermasalah dan business continuity.

2. Menyusun Strategi Recovery yang Selaras dengan BCP

Mengintegrasikan rencana penyelamatan kredit dengan manajemen likuiditas dan risiko operasional.

3. Meminimalkan Dampak Krisis terhadap Kinerja Bank

Mengurangi NPL dan menjaga stabilitas keuangan.

4. Meningkatkan Koordinasi Lintas Fungsi

Memastikan sinergi antara unit kredit, risiko, keuangan, legal, dan manajemen senior.

5. Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi OJK dan Prinsip Prudential Banking

Menyiapkan dokumentasi dan pelaporan yang sesuai ketentuan

Course outline

A. Konsep Dasar Kredit Recovery & Business Continuity

  • Definisi Kredit Recovery Plan
  • Prinsip Business Continuity Planning (BCP)
  • Dampak peningkatan NPL terhadap likuiditas dan modal

B. Identifikasi Risiko dan Trigger Aktivasi

  • Early Warning Indicators (EWI) kredit
  • Threshold NPL dan tekanan likuiditas
  • Skenario krisis (ekonomi, sektor industri, force majeure)

C. Strategi Kredit Recovery

  • Segmentasi debitur berdasarkan tingkat risiko
  • Restrukturisasi kredit (rescheduling, reconditioning, restructuring)
  • Strategi collection intensif dan legal action
  • Penjualan aset bermasalah (asset disposal)

D. Integrasi dengan Business Continuity Plan

  • Sinkronisasi dengan rencana likuiditas dan modal
  • Dampak recovery terhadap cash flow bank
  • Penyesuaian alokasi SDM dan operasional
  • Koordinasi dengan komite risiko dan manajemen senior

E. Governance dan Monitoring

  • Struktur tanggung jawab dan escalation process
  • KPI recovery dan indikator kinerja BCP
  • Reporting kepada regulator dan stakeholder
  • Review dan continuous improvement

F. Studi Kasus & Simulasi

  • Simulasi lonjakan NPL akibat krisis sektor tertentu
  • Penyusunan recovery roadmap 6–12 bulan
  • Evaluasi dampak terhadap CAR, LDR, dan profitabilitas

Participants

  • Credit Management
  • Recovery / Remedial
  • Risk Management
  • Business Continuity Management (BCM)
  • Compliance
  • Internal Audit
  • Corporate Banking
  • Retail Banking
  • Finance
  • Strategic Planning
  • Management
  • Top Management / Executive

Method

  • Pre-test
  • Presentation
  • Discussion
  • Case study
  • Post-test

Facilities

  • Ruang Meeting Representatif
  • Sertifikat Pelatihan Resmi
  • Instruktur Profesional & Berpengalaman
  • Training Kit Eksklusif
  • Souvenir
  • Pick Up Participant (Yogyakarta)
Back to services

Registration form

Top