Governance 2.0: Penguatan APU PPT dalam Kerangka GRC Terintegrasi
Governance 2.0: Penguatan APU PPT dalam Kerangka GRC Terintegrasi
Description
Dalam era perbankan modern, tantangan tata kelola (governance), risiko (risk), dan kepatuhan (compliance) semakin kompleks. Transformasi digital, diversifikasi produk, serta peningkatan ekspektasi regulator dan masyarakat menuntut bank untuk mengadopsi kerangka GRC (Governance, Risk, Compliance) yang terintegrasi, adaptif, dan proaktif.
Salah satu fokus kritikal dalam kerangka GRC adalah penguatan APU PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme). Regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan standar internasional menekankan bahwa bank tidak hanya wajib melaksanakan APU PPT sebagai kewajiban hukum, tetapi juga sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko, reputasi, dan keberlanjutan bisnis.
Namun, banyak bank masih menghadapi tantangan implementasi APU PPT yang efektif: prosedur yang fragmented, koordinasi antar-unit yang kurang, monitoring dan reporting yang belum optimal, hingga minimnya pemanfaatan teknologi untuk deteksi dini transaksi mencurigakan. Akibatnya, risiko kepatuhan, risiko reputasi, dan potensi sanksi regulator tetap tinggi.
Objectives
- Memahami prinsip dan kerangka GRC terintegrasi dalam konteks perbankan modern.
- Mengidentifikasi peran APU PPT dalam mitigasi risiko strategis, operasional, dan reputasi.
- Menerapkan praktik terbaik dalam penguatan sistem APU PPT sesuai regulasi OJK, BI, dan standar internasional.
- Mengembangkan prosedur monitoring, reporting, dan investigasi transaksi mencurigakan yang efektif.
- Mengintegrasikan strategi penguatan APU PPT ke dalam governance, risk management, dan compliance bank secara menyeluruh.
- Mendorong budaya kepatuhan yang proaktif di seluruh level organisasi.
Course outline
1. Pengantar Governance 2.0 dan GRC Terintegrasi
- Evolusi tata kelola bank dan GRC
- Prinsip GRC terintegrasi: bagaimana governance, risk, dan compliance saling mendukung
- Dampak GRC terhadap stabilitas, reputasi, dan keberlanjutan bisnis
2. Regulatory Landscape APU PPT
- Regulasi nasional: OJK, BI, PPATK, dan standar internasional FATF
- Perubahan regulasi terbaru dan tren horizon 2026
- Kewajiban pelaporan, dokumentasi, dan audit kepatuhan
3. Penguatan Sistem APU PPT
- Struktur organisasi dan peran unit compliance
- Risiko utama APU PPT dan mitigasinya
- Proses identifikasi nasabah, transaksi, dan monitoring berkelanjutan
4. Integrasi APU PPT dalam Kerangka GRC
- Mapping risiko APU PPT terhadap risk appetite bank
- Integrasi ke dalam kebijakan, SOP, dan kontrol internal
- Hubungan dengan manajemen risiko operasional, teknologi, dan reputasi
5. Teknologi dan Tools Pendukung
- Pemanfaatan data analytics dan transaction monitoring system
- Automasi reporting dan alert system
- Cyber risk dan deteksi transaksi digital
6. Investigasi, Pelaporan, dan Audit Internal
- Proses investigasi transaksi mencurigakan
- Penanganan kasus dan escalation ke regulator
- Audit internal dan continuous improvement
7. Budaya Kepatuhan dan Change Management
- Strategi membangun mindset kepatuhan proaktif
- Role model dan leadership dalam penguatan APU PPT
- Training, sosialisasi, dan kampanye internal untuk seluruh unit
8. Studi Kasus dan Workshop
- Analisis kasus kegagalan implementasi APU PPT
- Simulasi integrasi APU PPT dalam GRC terintegrasi
- Latihan menyusun roadmap implementasi penguatan APU PPT
Participants
- Divisi Anti Pencucian Uang & Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT)
- Divisi Kepatuhan
- Divisi Manajemen Risiko
- Divisi Audit Internal
- Divisi Legal
- Divisi GRC (Governance, Risk & Compliance)
- Divisi Teknologi Informasi (IT)
- Direksi
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)