Penguatan Fungsi Intermediasi melalui Kebijakan Kredit yang Prudent dan Berkelanjutan
Penguatan Fungsi Intermediasi melalui Kebijakan Kredit yang Prudent dan Berkelanjutan
Description
Perbankan memiliki peran fundamental dalam perekonomian sebagai lembaga intermediasi yang menjembatani pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak yang membutuhkan pembiayaan (defisit unit). Fungsi intermediasi ini diwujudkan melalui penyaluran kredit yang efektif, efisien, dan tepat sasaran, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun demikian, dalam praktiknya, fungsi intermediasi perbankan sering dihadapkan pada dilema antara mendorong pertumbuhan kredit dan menjaga kualitas aset. Penyaluran kredit yang agresif tanpa didukung prinsip kehati-hatian (prudential banking) berpotensi meningkatkan risiko kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), yang pada akhirnya dapat mengganggu stabilitas perbankan dan sistem keuangan secara keseluruhan. Sebaliknya, kebijakan kredit yang terlalu konservatif dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena terbatasnya akses pembiayaan bagi dunia usaha.
Objectives
- Meningkatkan pemahaman peserta mengenai fungsi intermediasi perbankan dalam perekonomian.
- Menjelaskan pentingnya kebijakan kredit yang prudent dalam menjaga kualitas aset.
- Membekali peserta dengan konsep dan prinsip sustainable lending.
- Meningkatkan kemampuan analisis kredit berbasis risiko.
- Mengembangkan strategi penyaluran kredit yang seimbang antara pertumbuhan dan kehati-hatian.
- Mendorong penerapan tata kelola yang baik dalam proses perkreditan.
- Meningkatkan kapasitas peserta dalam mengelola portofolio kredit secara berkelanjutan.
Course outline
1. Konsep Fungsi Intermediasi Perbankan
- Peran perbankan dalam perekonomian
- Mekanisme penghimpunan dan penyaluran dana
- Indikator kinerja intermediasi (LDR, pertumbuhan kredit)
2. Prinsip Kehati-hatian dalam Kredit (Prudential Banking)
- Konsep prudent lending
- Regulasi dan ketentuan perkreditan
- Prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition)
3. Analisis Kelayakan Kredit
- Teknik analisis kredit
- Penilaian risiko debitur
- Struktur pembiayaan dan mitigasi risiko
4. Manajemen Risiko Kredit
- Identifikasi dan pengukuran risiko kredit
- Pengelolaan kredit bermasalah (NPL)
- Early Warning System (EWS)
5. Sustainable Lending
- Konsep pembiayaan berkelanjutan
- Integrasi aspek ESG (Environmental, Social, Governance)
- Green financing dan social impact
6. Strategi Penyaluran Kredit
- Segmentasi pasar kredit
- Diversifikasi portofolio
- Strategi ekspansi kredit yang sehat
7. Monitoring dan Evaluasi Kredit
- Sistem pemantauan kredit
- Review berkala portofolio kredit
- Penanganan dan restrukturisasi kredit
8. Tata Kelola Perkreditan
- Good Corporate Governance (GCG)
- Peran komite kredit dan manajemen
- Kepatuhan dan audit kredit
9. Studi Kasus dan Best Practices
- Studi kasus keberhasilan dan kegagalan kredit
- Analisis kebijakan kredit bank
- Simulasi pengambilan keputusan kredit
Participants
- Divisi Kredit
- Divisi Analisis Kredit
- Divisi Manajemen Risiko Kredit
- Divisi Risk Management
- Divisi Kepatuhan (Compliance)
- Divisi Audit Internal
- Divisi Kebijakan Kredit
- Divisi Underwriting
- Divisi Corporate Banking
- Divisi Commercial Banking
- Divisi SME / UMKM Banking
- Divisi Consumer Banking
- Divisi Collection & Recovery
- Divisi Remedial & Recovery Kredit
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)