Optimalisasi Investasi Likuiditas Bank dengan Memperhatikan Risk Appetite dan Regulasi OJK
Optimalisasi Investasi Likuiditas Bank dengan Memperhatikan Risk Appetite dan Regulasi OJK
Description
Optimalisasi investasi likuiditas bank adalah strategi untuk mengelola aset likuid agar memberikan imbal hasil maksimal tanpa mengorbankan stabilitas keuangan dan kepatuhan regulasi. Likuiditas merupakan elemen penting bagi bank untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, mendukung aktivitas operasional, dan menjaga kepercayaan nasabah.
Proses ini harus memperhatikan:
- Risk Appetite bank: batas risiko yang siap ditanggung untuk mendapatkan return optimal.
- Regulasi OJK terkait likuiditas dan manajemen aset, seperti POJK No. 11/POJK.03/2020 dan POJK No. 14/POJK.03/2017.
- Prinsip Good Corporate Governance (GCG), termasuk transparansi, akuntabilitas, dan kehati-hatian dalam pengambilan keputusan investasi.
Optimalisasi likuiditas tidak hanya bertujuan meningkatkan profitabilitas, tetapi juga memastikan bank tetap sehat secara finansial dan patuh terhadap peraturan
Objectives
- Meningkatkan Imbal Hasil Aset Likuid
Memilih instrumen investasi yang memberikan return optimal sesuai profil risiko bank. - Menjaga Kecukupan Likuiditas
Memastikan bank selalu memiliki aset likuid yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. - Meminimalkan Risiko Investasi
Menghindari risiko kredit, pasar, dan operasional yang dapat mengganggu stabilitas likuiditas. - Mematuhi Regulasi OJK
Menyesuaikan portofolio likuiditas sesuai ketentuan modal minimum, rasio likuiditas, dan batasan investasi. - Mendukung Stabilitas dan Reputasi Bank
Mengelola aset likuid secara profesional sehingga meningkatkan kepercayaan nasabah dan regulator. - Mendorong Pengambilan Keputusan Strategis Berbasis Risk Appetite
Menyeimbangkan antara risiko dan potensi return sesuai toleransi bank.
Course outline
A. Dasar-Dasar Likuiditas Bank
- Pengertian likuiditas dan peranannya dalam stabilitas bank
- Jenis-jenis aset likuid: cash, SBI, obligasi pemerintah, deposito antarbank
- Rasio likuiditas dan standar minimum menurut OJK
B. Risk Appetite dalam Investasi
- Definisi risk appetite dan toleransi risiko bank
- Penetapan batas risiko (risk limit) untuk portofolio likuiditas
- Hubungan antara risk appetite dan strategi investasi
C. Regulasi OJK Terkait Likuiditas
- POJK tentang manajemen risiko likuiditas
- Pedoman rasio likuiditas dan limit penempatan dana
- Pelaporan likuiditas ke OJK
D. Strategi Optimalisasi Investasi Likuiditas
- Diversifikasi instrumen likuid
- Pemilihan tenor dan yield optimal
- Penggunaan analitik dan simulasi untuk prediksi arus kas
- Integrasi likuiditas dengan manajemen risiko secara holistik
E. Monitoring dan Evaluasi
- Dashboard monitoring likuiditas dan return investasi
- Stress testing dan scenario analysis
- Evaluasi kinerja portofolio likuiditas terhadap risk appetite
F. Studi Kasus dan Best Practices
- Optimalisasi likuiditas di bank nasional dan regional
- Implementasi risk-adjusted return pada portofolio likuiditas
- Teknologi digital dalam monitoring likuiditas
Participants
- Treasury
- Risk Management
- Finance
- Compliance
- Corporate Governance
- Investment Management
- Strategic Planning
- Internal Audit
- Corporate Banking
- Retail Banking
- Management
- Top Management / Executive
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)