Hyper-Personalized Collection Strategy: Penagihan Kredit Berbasis Data Perilaku Nasabah
Hyper-Personalized Collection Strategy: Penagihan Kredit Berbasis Data Perilaku Nasabah
Description
Di era data-driven banking, pendekatan penagihan kredit telah berkembang dari metode massal menjadi hyper-personalized collection, yaitu strategi penagihan yang disesuaikan secara spesifik berdasarkan perilaku, preferensi, dan profil risiko masing-masing nasabah.
Dengan memanfaatkan data historis, pola pembayaran, channel preference, hingga behavioral analytics, bank dapat menentukan waktu terbaik, channel terbaik, dan pendekatan komunikasi paling efektif untuk setiap nasabah. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan recovery rate, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan nasabah dan meningkatkan customer experience.
Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami bagaimana mengubah data menjadi strategi collection yang lebih cerdas, adaptif, dan tepat sasaran.
Objectives
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami konsep hyper-personalization dalam collection
- Mengidentifikasi dan memanfaatkan data perilaku nasabah
- Mengembangkan strategi penagihan berbasis segmentasi mikro
- Menentukan channel dan timing komunikasi yang optimal
- Menggunakan analytics untuk meningkatkan efektivitas collection
- Mengintegrasikan teknologi (AI & machine learning) dalam proses collection
- Meningkatkan recovery rate tanpa mengorbankan customer experience
- Menjaga kepatuhan terhadap regulasi dan perlindungan data
Course outline
1. Tren Collection Berbasis Data & Hyper-Personalization
- Evolusi collection: dari mass collection ke personalized collection
- Peran data dalam meningkatkan efektivitas penagihan
- Studi tren industri perbankan global
2. Data Nasabah & Behavioral Analytics
- Jenis data: demografi, transaksi, histori pembayaran
- Behavioral scoring & predictive analytics
- Identifikasi willingness vs ability to pay
3. Micro-Segmentation dalam Collection
- Segmentasi berbasis perilaku (behavioral segmentation)
- Risk-based & value-based segmentation
- Strategi berbeda untuk tiap segmen
4. Next Best Action & Next Best Channel
- Menentukan tindakan terbaik untuk setiap nasabah
- Pemilihan channel: telepon, WhatsApp, SMS, email, digital apps
- Penentuan waktu komunikasi (timing optimization)
5. Strategi Komunikasi yang Dipersonalisasi
- Penyusunan pesan berbasis profil nasabah
- Tone komunikasi (persuasif, edukatif, reminder)
- Dynamic messaging & automated personalization
6. Pemanfaatan Teknologi & AI
- Machine learning dalam prediksi pembayaran
- Automation dalam workflow collection
- Chatbot & digital assistant untuk personalized engagement
7. Collection Performance & Optimization
- KPI: recovery rate, cure rate, roll rate
- A/B testing dalam strategi collection
- Continuous improvement berbasis data
8. Data Governance, Privacy & Compliance
- Perlindungan data nasabah
- Etika penggunaan data dalam collection
- Kepatuhan terhadap regulasi
9. Studi Kasus & Simulasi
- Studi kasus implementasi hyper-personalized collection
- Simulasi penentuan strategi berbasis data
- Diskusi best practice
Participants
- Credit
- Risk Management
- Information Technology
- Finance
- Compliance & APUPPT
- Audit Internal
- Perencanaan & Pengembangan
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)