Implementasi IFRS 9 & PSAK 71 pada Portofolio Kredit dan Aset Keuangan
Implementasi IFRS 9 & PSAK 71 pada Portofolio Kredit dan Aset Keuangan
Description
Seiring perkembangan standar akuntansi internasional, IFRS 9 dan standar lokal PSAK 71 menjadi acuan penting dalam pencatatan dan pelaporan portofolio kredit serta aset keuangan di sektor perbankan. Standar ini menggantikan pendekatan tradisional incurred loss dengan model expected credit loss (ECL) yang lebih proaktif dalam mengestimasi kerugian kredit di masa depan.
Implementasi IFRS 9 dan PSAK 71 membawa tantangan signifikan bagi bank, antara lain:
- Penentuan stage classification portofolio kredit (Stage 1, 2, 3) berdasarkan risiko kredit.
- Perhitungan expected credit loss dengan metode probabilitas default (PD), loss given default (LGD), dan exposure at default (EAD).
- Integrasi data historis, forward-looking information, dan asumsi ekonomi makro.
- Dampak terhadap provisi kredit, laba rugi, dan modal bank.
- Kepatuhan terhadap regulasi dan persyaratan pengungkapan transparan bagi investor dan regulator.
Objectives
- Memahami prinsip dasar IFRS 9 dan PSAK 71 terkait portofolio kredit dan aset keuangan.
- Menguasai klasifikasi portofolio kredit ke dalam Stage 1, 2, dan 3.
- Mampu menghitung Expected Credit Loss (ECL) menggunakan metode PD, LGD, dan EAD.
- Mengidentifikasi dampak IFRS 9/PSAK 71 terhadap provisi kredit, laba rugi, dan modal.
- Memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi dan regulasi perbankan.
- Mengintegrasikan data historis dan asumsi ekonomi makro untuk estimasi kerugian kredit yang lebih akurat.
Course outline
1. Dasar IFRS 9 dan PSAK 71
- Perbedaan pendekatan incurred loss vs expected credit loss.
- Scope penerapan: pinjaman, obligasi, derivatif, dan aset keuangan lainnya.
- Prinsip pencatatan dan pengukuran aset keuangan.
2. Klasifikasi Portofolio Kredit
- Stage 1: Performing, risiko kredit belum meningkat secara signifikan.
- Stage 2: Underperforming, risiko kredit meningkat signifikan.
- Stage 3: Non-performing, kredit bermasalah.
3. Pengukuran Expected Credit Loss (ECL)
- Formula dasar ECL: PD x LGD x EAD.
- Metode perhitungan: Simplified approach, General approach.
- Penggunaan data historis, forward-looking, dan asumsi ekonomi makro.
4. Dampak terhadap Laporan Keuangan
- Penyesuaian provisi kredit.
- Dampak terhadap laba rugi dan ekuitas.
- Pengaruh terhadap capital adequacy dan RWA.
5. Kontrol Internal dan Monitoring
- Prosedur validasi perhitungan ECL.
- Review dan approval provisi kredit.
- Dokumentasi, audit trail, dan disclosure sesuai standar.
6. Studi Kasus dan Best Practices
- Contoh implementasi IFRS 9/PSAK 71 di portofolio kredit bank.
- Kesalahan umum dan strategi mitigasi.
- Optimalisasi proses perhitungan ECL untuk efisiensi dan akurasi.
Participants
- Divisi Akuntansi
- Divisi Keuangan
- Divisi Kredit
- Divisi Manajemen Risiko
- Divisi Treasury
- Divisi Perencanaan & Pelaporan Keuangan
- Divisi Audit Internal
- Divisi Kepatuhan (Compliance)
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)