Corsec Paradox: Antara Kerahasiaan, Transparansi, dan Kekuasaan
Corsec Paradox: Antara Kerahasiaan, Transparansi, dan Kekuasaan
Description
Peran Corporate Secretary (Corsec) selalu berada dalam ruang yang penuh paradoks. Di satu sisi, Corsec dituntut menjaga kerahasiaan informasi strategis perusahaan—mulai dari keputusan Direksi hingga rencana bisnis yang sensitif. Di sisi lain, Corsec juga memikul tanggung jawab besar untuk memastikan transparansi kepada regulator, pemegang saham, dan publik. Di antara dua kutub ini, terdapat dimensi ketiga yang tak kalah penting: kekuasaan—yakni kemampuan untuk memengaruhi arus informasi, membentuk persepsi, dan secara tidak langsung memengaruhi arah keputusan organisasi.
Tema “Corsec Paradox: Antara Kerahasiaan, Transparansi, dan Kekuasaan” mengangkat realitas kompleks yang dihadapi oleh para profesional Corsec. Peran ini bukan sekadar administratif atau kepatuhan, melainkan posisi strategis yang menuntut keseimbangan yang presisi antara membuka dan menutup informasi, antara menjaga integritas dan memenuhi tuntutan keterbukaan.
Objectives
- Memahami paradoks utama dalam peran Corsec antara kerahasiaan, transparansi, dan kekuasaan.
- Meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dalam situasi yang ambigu dan sensitif.
- Memperkuat pemahaman tentang batasan kerahasiaan dan kewajiban keterbukaan informasi dalam konteks regulasi.
- Mengembangkan keterampilan dalam mengelola arus informasi strategis secara tepat dan bertanggung jawab.
- Meningkatkan kesadaran akan peran pengaruh (power) yang dimiliki Corsec dalam organisasi.
- Meningkatkan kemampuan komunikasi dalam situasi berisiko tinggi, termasuk potensi krisis.
- Membangun integritas dan etika profesional sebagai dasar dalam menghadapi dilema peran.
Course outline
1. Understanding the Corsec Paradox
- Konsep paradoks dalam organisasi
- Tiga pilar utama: kerahasiaan, transparansi, dan kekuasaan
- Peran Corsec sebagai penyeimbang kepentingan
2. Confidentiality: Menjaga yang Tidak Boleh Terbuka
- Jenis-jenis informasi rahasia perusahaan
- Risiko kebocoran informasi
- Prinsip dan praktik menjaga kerahasiaan
3. Transparency: Kewajiban Keterbukaan
- Prinsip transparansi dalam tata kelola perusahaan
- Kewajiban disclosure kepada regulator dan publik
- Batasan antara transparansi dan over-disclosure
4. Power & Influence of Corsec
- Sumber kekuasaan Corsec (informasi, akses, kepercayaan)
- Peran sebagai gatekeeper dan advisor
- Etika dalam penggunaan pengaruh
5. Decision-Making in Grey Areas
- Pengambilan keputusan dalam situasi ambigu
- Framework untuk menyeimbangkan conflicting interests
- Studi kasus dilema nyata
6. Strategic Communication in Sensitive Situations
- Mengelola komunikasi informasi sensitif
- Teknik framing dan messaging
- Komunikasi dalam kondisi krisis
7. Governance, Ethics & Accountability
- Peran Good Corporate Governance (GCG)
- Integritas dan akuntabilitas sebagai fondasi
- Konsekuensi hukum dan reputasi
8. Simulation & Case Study
- Simulasi pengambilan keputusan Corsec
- Diskusi kelompok dan role play
- Analisis best practices dan lessons learned
Participants
- Divisi Corporate Secretary (Corsec)
- Divisi Kepatuhan (Compliance)
- Divisi Hukum (Legal)
- Divisi Manajemen Risiko
- Divisi Komunikasi Perusahaan / Corporate Communication
- Divisi Hubungan Investor (Investor Relations)
- Divisi Tata Kelola Perusahaan (GCG)
- Divisi Audit Internal
- Divisi Strategi & Perencanaan Perusahaan
- Sekretariat Direksi & Komisaris
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)