Root Cause Analysis dalam Temuan Audit Bank
- 3 – 4 Maret 2026 Surabaya
Registration
Root Cause Analysis dalam Temuan Audit Bank

Root Cause Analysis dalam Temuan Audit Bank

3 – 4 Maret 2026 Surabaya Hotel Santika Pandegiling

Description

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai penerapan Root Cause Analysis (RCA) dalam proses identifikasi dan penyelesaian temuan audit bank. Peserta akan mempelajari bagaimana membedakan antara gejala (symptom), penyebab langsung (immediate cause), dan akar penyebab (root cause) suatu permasalahan, sehingga rekomendasi perbaikan tidak bersifat kosmetik tetapi menyentuh sumber risiko yang sebenarnya. Fokus pelatihan mencakup integrasi RCA dengan manajemen risiko, pengendalian internal, dan tata kelola bank.

Melalui pendekatan sistematis dan berbasis studi kasus audit perbankan, peserta akan dibekali teknik analisis yang terstruktur, mulai dari pengumpulan bukti, pemetaan proses, hingga penyusunan corrective action plan yang efektif dan terukur. Materi disusun secara runtut dan aplikatif agar peserta mampu meningkatkan kualitas temuan audit, memperkuat rekomendasi, serta memastikan tindak lanjut perbaikan berjalan berkelanjutan

Objectives

  • Memahami konsep dan prinsip dasar Root Cause Analysis dalam audit bank.
  • Mampu mengidentifikasi akar penyebab temuan audit secara sistematis.
  • Menguasai teknik analisis penyebab berbasis data dan bukti audit.
  • Menyusun rekomendasi dan corrective action plan yang efektif.
  • Mengintegrasikan RCA dengan manajemen risiko dan pengendalian internal.
  • Meningkatkan kualitas temuan audit dan efektivitas tindak lanjut

Course outline

1. Konsep Dasar Root Cause Analysis

  • Definisi RCA dan urgensinya dalam audit bank.
  • Perbedaan symptom, contributing factor, dan root cause.
  • Hubungan RCA dengan manajemen risiko dan governance.
  • Dampak kegagalan identifikasi akar penyebab terhadap keberlanjutan risiko.

2. Karakteristik Temuan Audit Bank

  • Struktur temuan audit: kondisi, kriteria, sebab, akibat.
  • Klasifikasi temuan: operasional, kredit, kepatuhan, fraud, TI.
  • Risiko residual dan potensi dampak finansial serta reputasi.
  • Keterkaitan temuan dengan kelemahan pengendalian internal.

3. Metodologi Root Cause Analysis

  • Teknik 5 Whys untuk eksplorasi penyebab berlapis.
  • Fishbone Diagram (Ishikawa) untuk pemetaan faktor penyebab.
  • Fault Tree Analysis (FTA) dalam identifikasi kegagalan sistemik.
  • Process mapping dan flowchart analysis.
  • Data-driven analysis dan penggunaan audit evidence.

4. Identifikasi Faktor Penyebab

  • Faktor manusia: kompetensi, kelalaian, pelanggaran prosedur.
  • Faktor proses: SOP tidak memadai atau tidak dijalankan.
  • Faktor sistem: kelemahan IT, integrasi data, kontrol otomatis.
  • Faktor kebijakan dan tata kelola: pengawasan tidak efektif.
  • Faktor eksternal: perubahan regulasi atau kondisi pasar.

5. Analisis Dampak dan Risiko

  • Penilaian tingkat risiko berdasarkan severity dan likelihood.
  • Identifikasi potensi kerugian finansial.
  • Analisis risiko hukum dan reputasi.
  • Penentuan prioritas perbaikan berdasarkan risk rating.

6. Penyusunan Corrective Action Plan

  • Prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
  • Penentuan pihak yang bertanggung jawab (accountability).
  • Timeline implementasi dan milestone monitoring.
  • Integrasi corrective action ke dalam kebijakan dan SOP.

7. Integrasi RCA dengan Manajemen Risiko

  • Penguatan sistem pengendalian internal berdasarkan hasil RCA.
  • Revisi kebijakan dan prosedur operasional.
  • Monitoring risiko residual pasca perbaikan.
  • Continuous improvement dan pembelajaran organisasi.

8. Quality Assurance dan Validasi RCA

  • Review independen atas hasil analisis akar penyebab.
  • Pengujian efektivitas tindakan perbaikan.
  • Dokumentasi RCA dalam Kertas Kerja Audit.
  • Pelaporan hasil RCA kepada manajemen dan komisaris.

9. Studi Kasus dan Simulasi

  • Analisis kasus kredit bermasalah akibat kelemahan proses.
  • Studi temuan fraud internal dan identifikasi akar penyebabnya.
  • Simulasi penyusunan fishbone diagram dan 5 Whys.
  • Penyusunan corrective action plan berbasis risiko.
  • Evaluasi efektivitas tindak lanjut dan pengurangan risiko residual

Participants

  • Audit Internal
  • Risk Management
  • Compliance
  • Banking
  • Management
  • Operations

Method

  • Pre-test
  • Presentation
  • Discussion
  • Case study
  • Post-test

Facilities

  • Ruang Meeting Representatif
  • Sertifikat Pelatihan Resmi
  • Instruktur Profesional & Berpengalaman
  • Training Kit Eksklusif
  • Souvenir
  • Pick Up Participant (Yogyakarta)
Back to services

Registration form

Top