Manajemen Risiko Kredit & Early Warning System
Manajemen Risiko Kredit & Early Warning System
Description
Manajemen Risiko Kredit adalah proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko yang timbul akibat ketidakmampuan nasabah dalam memenuhi kewajibannya (gagal bayar). Risiko kredit merupakan salah satu risiko utama dalam industri perbankan, baik konvensional maupun syariah.
Early Warning System (EWS) adalah sistem atau mekanisme yang digunakan untuk mendeteksi secara dini potensi penurunan kualitas kredit, sehingga bank dapat mengambil tindakan preventif sebelum terjadi kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPF).
Kombinasi manajemen risiko kredit yang kuat dan EWS yang efektif memungkinkan bank menjaga kualitas portofolio pembiayaan serta stabilitas keuangan
Objectives
Tujuan Manajemen Risiko Kredit
1. Mengurangi potensi kerugian akibat gagal bayar nasabah.
2. Menjaga kualitas portofolio kredit/pembiayaan.
3. Memastikan proses pemberian kredit sesuai prinsip kehati-hatian (prudential banking).
4. Mendukung pengambilan keputusan kredit yang lebih akurat dan terukur.
Tujuan Early Warning System (EWS)
1. Mendeteksi potensi kredit bermasalah sejak dini.
2. Memberikan sinyal risiko kepada manajemen untuk tindakan cepat.
3. Mengurangi tingkat NPL/NPF melalui intervensi preventif.
4. Meningkatkan efektivitas monitoring portofolio kredit.
Course outline
A. Dasar Manajemen Risiko Kredit
1. Jenis risiko kredit: default risk, concentration risk, counterparty risk.
2. Prinsip analisis kredit (5C): Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition.
3. Kebijakan dan prosedur pemberian kredit.
B. Proses Manajemen Risiko Kredit
1. Identifikasi Risiko
Analisis profil nasabah dan sektor usaha
2. Pengukuran Risiko
Credit scoring & rating system
Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD)
3. Monitoring Risiko
Pemantauan pembayaran dan performa usaha
4. Pengendalian Risiko
Diversifikasi portofolio
Penetapan limit kredit dan agunan
C. Early Warning System (EWS)
1. Konsep dan Fungsi EWS
Sistem deteksi dini potensi risiko kredit
2. Indikator EWS
Keterlambatan pembayaran (past due)
Penurunan omzet/usaha nasabah
Perubahan perilaku transaksi
Penurunan nilai agunan
3. Kategori Risiko
Lancar → Dalam perhatian khusus → Kurang lancar → Diragukan → Macet
4. Trigger & Threshold
Batasan indikator yang memicu alert atau tindakan
D. Tindak Lanjut EWS
1. Soft Collection
Reminder, komunikasi dengan nasabah
2. Restrukturisasi Kredit
Rescheduling, reconditioning, restructuring
3. Intensifikasi Monitoring
Kunjungan lapangan, review usaha
4. Recovery & Remedial
Penagihan intensif, eksekusi agunan jika diperlukan
E. Teknologi dalam Manajemen Risiko
- Sistem monitoring berbasis data & dashboard.
- Penggunaan AI/analytics untuk prediksi risiko kredit.
- Integrasi dengan core banking system dan data eksternal.
F. Kepatuhan & Regulasi
- Penerapan manajemen risiko sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
- Pelaporan kualitas aset dan NPL/NPF.
- Audit internal dan pengawasan berkala.
Participants
- Risk Management
- Credit Risk Management
- Early Warning System (EWS)
- Credit Analysis
- Credit Management
- Corporate Banking
- Retail Banking
- Data Analytics
- Compliance
- Internal Audit
- Strategic Planning
- Management
- Top Management / Executive
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir Gendhis Consultant
- Pick Up Participant (Yogyakarta)