Penerapan Akuntansi Instrumen Keuangan (PSAK 109 - PSAK 112 - PSAK 113 - Eks PSAK 50-55-71) pada Portofolio Treasury
Penerapan Akuntansi Instrumen Keuangan (PSAK 109 - PSAK 112 - PSAK 113 - Eks PSAK 50-55-71) pada Portofolio Treasury
Description
Portofolio Treasury merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan likuiditas, investasi, dan optimalisasi pendapatan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Instrumen seperti obligasi, surat berharga negara, instrumen pasar uang, deposito, sukuk, instrumen ekuitas, maupun instrumen derivatif memiliki karakteristik arus kas, risiko kredit, dan nilai wajar yang berbeda sehingga memerlukan perlakuan akuntansi yang tepat.
Dalam praktiknya, penerapan akuntansi instrumen keuangan membutuhkan pemahaman yang terintegrasi antara klasifikasi, pengukuran, penurunan nilai, nilai wajar, pengakuan laba/rugi, dan pengungkapan. PSAK 109 mengatur instrumen keuangan, sedangkan PSAK 113 mengatur pengukuran nilai wajar dan PSAK 107 mengatur pengungkapan instrumen keuangan. IAI mencantumkan PSAK 109, 107, dan 113 sebagai standar yang berlaku dalam SAK Indonesia; penomoran PSAK 71 telah berubah menjadi PSAK 109.
Khusus untuk portofolio Treasury, keputusan klasifikasi akan berpengaruh langsung terhadap basis pengukuran, pengakuan perubahan nilai, penghasilan bunga, impairment, volatilitas laba rugi/OCI, serta penyajian laporan keuangan. Oleh karena itu, fungsi Treasury, Accounting, Finance, Risk Management, dan Internal Audit perlu memiliki pemahaman yang konsisten terhadap accounting treatment setiap instrumen.
Selain itu, standar terus mengalami perkembangan. Amendemen PSAK 109 dan PSAK 107 mengenai klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berlaku efektif 1 Januari 2026, antara lain memperjelas penilaian karakteristik arus kas untuk instrumen dengan fitur tertentu seperti ESG-linked, non-recourse, dan contractual linked instruments.
Objectives
- Memahami framework akuntansi instrumen keuangan yang relevan bagi aktivitas Treasury.
- Mengidentifikasi karakteristik dan jenis instrumen keuangan dalam portofolio BPD.
- Menentukan klasifikasi dan kategori pengukuran aset keuangan secara tepat.
- Memahami penerapan business model assessment dan karakteristik contractual cash flows.
- Memahami pengukuran amortized cost, FVOCI, dan FVTPL.
- Menghitung dan memahami effective interest rate (EIR).
- Memahami penerapan Expected Credit Loss (ECL).
- Memahami pengukuran dan hierarki nilai wajar berdasarkan PSAK 113.
- Memahami dampak accounting treatment terhadap laba rugi, OCI, dan ekuitas.
- Mengidentifikasi accounting issues dan judgement dalam transaksi Treasury.
- Memahami hubungan accounting dengan market risk, credit risk, dan valuation.
- Menyusun accounting treatment dan disclosure secara konsisten dan terdokumentasi.
Course outline
A. Fundamental Akuntansi Instrumen Keuangan
- Pengertian instrumen keuangan
- Financial assets
- Financial liabilities
- Equity instruments
- Derivative instruments
- Contractual cash flows
- Recognition dan derecognition
- Initial recognition
- Subsequent measurement
- Transaction costs
- Modification dan restructuring
- Pengaruh perubahan standar dari PSAK 50/55/71 ke penomoran SAK Indonesia saat ini
B. Mapping Instrumen Treasury dengan PSAK
Pembahasan accounting treatment untuk:
- Surat Berharga Negara
- Obligasi korporasi
- Sertifikat/deposito
- Instrumen pasar uang
- Sukuk
- Saham
- Reksa dana/instrumen investasi lainnya sesuai karakteristiknya
- Repo/reverse repo
- Derivatif
- Instrumen valuta asing
- Instrumen dengan embedded features
- Instrumen dengan ESG-linked features
- Instrumen non-recourse
- Contractually linked instruments
C. Klasifikasi Aset Keuangan
1. Amortized Cost
- Kriteria klasifikasi
- Business model: hold to collect
- Contractual cash flow
- Konsep SPPI
- Pengukuran awal
- Effective Interest Rate
- Pengukuran setelah pengakuan awal
- Pengakuan interest income
- Impairment/ECL
2. FVOCI
- Debt instrument pada FVOCI
- Business model hold to collect and sell
- SPPI assessment
- Fair value measurement
- Interest income
- ECL
- Perubahan nilai wajar di OCI
- Recycling saat derecognition
3. FVTPL
- Instrumen yang masuk kategori FVTPL
- Trading portfolio
- Fair value remeasurement
- Perubahan nilai wajar melalui laba rugi
- Transaction costs
- Dampak volatilitas laba rugi
D. Business Model Assessment
- Tujuan pengelolaan portofolio
- Cara kinerja portofolio dievaluasi
- Bagaimana risiko dikelola
- Frekuensi penjualan
- Volume penjualan
- Alasan penjualan
- Evidence dan dokumentasi
- Business model pada level agregasi yang tepat
- Reassessment ketika terjadi perubahan signifikan
E. SPPI Assessment
- Konsep Solely Payments of Principal and Interest
- Definisi principal
- Definisi interest
- Time value of money
- Credit risk
- Liquidity risk
- Administrative costs
- Profit margin
- Contractual terms
- Prepayment features
- Extension features
- ESG-linked instruments
- Non-recourse instruments
- Contractually linked instruments
Amendemen PSAK 109 yang efektif 1 Januari 2026 memberikan klarifikasi antara lain terhadap penilaian karakteristik arus kas untuk instrumen dengan fitur ESG-linked, non-recourse, dan contractual linked instruments.
F. Effective Interest Rate (EIR)
- Konsep EIR
- Initial carrying amount
- Transaction costs
- Premium dan discount
- Fees
- Interest income
- Amortization
- Yield calculation
- EIR vs coupon rate
- Dampak perubahan cash flow
US$
%
Beri masukan
Workshop: menghitung amortized cost dan interest income menggunakan metode EIR pada instrumen obligasi yang dibeli dengan premium/discount.
G. Expected Credit Loss (ECL)
- Konsep impairment PSAK 109
- Expected Credit Loss
- Credit risk assessment
- Probability of Default
- Loss Given Default
- Exposure at Default
- Forward-looking information
- Macroeconomic scenarios
- Probability-weighted outcome
Three-Stage Model
- Stage 1: 12-month ECL
- Stage 2: lifetime ECL ketika terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan
- Stage 3: lifetime ECL ketika aset mengalami credit-impaired
Kerangka tiga tahap tersebut merupakan bagian penting dari pendekatan impairment PSAK 109.
Workshop
- Menentukan staging
- Mengidentifikasi significant increase in credit risk
- Menghitung ECL sederhana
- Membandingkan ECL sebelum dan sesudah perubahan kualitas kredit
- Analisis dampak ECL terhadap laba rugi
H. Fair Value Measurement – PSAK 113
- Konsep fair value
- Exit price
- Market participant
- Principal market
- Most advantageous market
- Valuation techniques
- Market approach
- Income approach
- Cost approach
- Fair value hierarchy
Fair Value Hierarchy
- Level 1: quoted price pada active market
- Level 2: observable inputs lainnya
- Level 3: significant unobservable inputs
- Valuation adjustment
- Bid-ask consideration
- Market liquidity
- Model valuation
- Fair value uncertainty
- Disclosure
PSAK 113 merupakan standar yang mengatur pengukuran nilai wajar, dan IAI juga menerbitkan materi implementasi yang menghubungkan PSAK 109 dengan PSAK 113 dalam isu pengukuran awal instrumen utang tertentu.
I. Accounting Treatment untuk Portofolio Obligasi
- Pembelian obligasi
- Coupon payment
- Accrued interest
- Premium
- Discount
- Amortized cost
- Fair value
- Unrealized gain/loss
- Realized gain/loss
- Sale sebelum maturity
- Derecognition
- Reclassification
- Impairment
Dampak terhadap P&L dan OCI
Participants
- Finance, Accounting & Tax
- Treasury & Investment
- Banking
- Risk Management
- Audit Internal
- Compliance & APUPPT
- Perencanaan & Pengembangan
- Leadership Program
- Law
- Information Technology
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)