Perumusan kebijakan penyaluran kredit produktif di sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan local
Perumusan kebijakan penyaluran kredit produktif di sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan local
Description
Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyaluran kredit produktif kepada sektor-sektor yang menjadi sumber penghidupan dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan lokal merupakan sektor yang memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian daerah sekaligus memiliki karakteristik usaha dan risiko yang berbeda dengan sektor lainnya.
Penyaluran kredit pada sektor tersebut membutuhkan kebijakan yang mampu mengakomodasi karakteristik siklus usaha, pola produksi dan panen, fluktuasi harga komoditas, kondisi cuaca, rantai pasok, struktur pasar, serta kemampuan arus kas debitur. Kebijakan kredit yang terlalu umum dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara struktur pembiayaan dengan karakteristik usaha, sementara kebijakan yang terlalu longgar dapat meningkatkan risiko kualitas kredit dan konsentrasi portofolio.
Oleh karena itu, diperlukan perumusan kebijakan penyaluran kredit produktif yang berbasis karakteristik sektor dan wilayah. Kebijakan tersebut perlu mengintegrasikan aspek peluang bisnis, prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, kemampuan membayar debitur, serta potensi ekonomi lokal.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan merumuskan kebijakan kredit produktif yang aplikatif dan sesuai dengan karakteristik sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan lokal. Peserta akan mempelajari pendekatan dalam menentukan target pasar, kriteria debitur, struktur kredit, parameter risiko, mekanisme monitoring, serta strategi mitigasi yang dapat mendukung pertumbuhan kredit produktif secara sehat dan berkelanjutan.
Objectives
- Memahami karakteristik bisnis dan risiko sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan lokal.
- Mengidentifikasi potensi dan peluang pembiayaan produktif berdasarkan karakteristik ekonomi daerah.
- Menganalisis siklus usaha, pola arus kas, dan kebutuhan modal kerja masing-masing sektor.
- Merumuskan kriteria dan segmentasi debitur yang sesuai dengan target pasar BPD.
- Menyusun prinsip dan parameter penyaluran kredit produktif berdasarkan profil risiko sektor.
- Menyesuaikan struktur kredit dengan siklus produksi, panen, dan perputaran usaha debitur.
- Menetapkan kebijakan terkait plafon, tenor, pola angsuran, pricing, dan persyaratan kredit.
- Mengidentifikasi dan mengendalikan risiko konsentrasi pada komoditas atau sektor tertentu.
- Menyusun mekanisme monitoring dan early warning untuk kredit produktif.
- Merumuskan strategi mitigasi terhadap risiko produksi, harga, pasar, cuaca, dan rantai pasok
Course outline
A. Karakteristik Sektor Pertanian, Perkebunan, dan Perdagangan Lokal
- Karakteristik bisnis pertanian dan perkebunan.
- Karakteristik perdagangan lokal dan distribusi barang.
- Pola produksi dan siklus panen.
- Siklus perputaran modal kerja.
- Struktur biaya dan margin usaha.
- Karakteristik harga komoditas.
- Pola permintaan pasar.
- Karakteristik pelaku usaha dan skala usaha.
- Identifikasi komoditas unggulan daerah.
- Perbedaan karakteristik risiko antar sektor dan komoditas.
B. Analisis Potensi dan Target Pasar Kredit Produktif
- Pemetaan potensi ekonomi daerah.
- Identifikasi sektor dan komoditas prioritas.
- Pemetaan sentra produksi dan perdagangan.
- Segmentasi debitur berdasarkan skala usaha.
- Identifikasi anchor buyer, distributor, pengepul, dan pelaku usaha terkait.
- Penentuan target pasar kredit produktif.
- Analisis potensi pertumbuhan dan risiko sektor.
- Strategi penetrasi pasar kredit produktif.
C. Perumusan Kriteria Debitur dan Persyaratan Kredit
- Kriteria debitur berdasarkan sektor dan jenis usaha.
- Penilaian kelayakan usaha.
- Analisis karakter dan pengalaman usaha.
- Analisis kapasitas produksi dan pemasaran.
- Analisis kemampuan membayar.
- Persyaratan administrasi dan legalitas usaha.
- Penilaian agunan dan sumber pembayaran.
- Penentuan parameter kredit berdasarkan tingkat risiko.
- Penerapan prinsip Know Your Customer dan prinsip kehati-hatian.
D. Penyusunan Struktur Kredit Sesuai Siklus Usaha
- Penentuan plafon berdasarkan kebutuhan usaha.
- Penentuan tenor berdasarkan siklus produksi.
- Penyesuaian jadwal angsuran dengan arus kas.
- Skema pembayaran berdasarkan musim panen.
- Kebutuhan modal kerja dan investasi.
- Analisis cash conversion cycle.
- Penentuan grace period secara tepat.
- Penyesuaian struktur kredit dengan pola penjualan.
- Pencegahan mismatch antara tenor kredit dan siklus usaha.
E. Kebijakan Kredit Sektor Pertanian dan Perkebunan
- Kebijakan pembiayaan usaha tani.
- Pembiayaan tanaman pangan dan hortikultura.
- Pembiayaan perkebunan rakyat.
- Pembiayaan sarana produksi dan input pertanian.
- Pembiayaan alat dan mesin pertanian.
- Pembiayaan pascapanen dan pengolahan.
- Pembiayaan berbasis kelompok atau ekosistem usaha.
- Risiko gagal panen dan perubahan produktivitas.
- Risiko perubahan harga komoditas.
- Risiko cuaca dan bencana.
- Strategi mitigasi risiko pertanian dan perkebunan.
F. Kebijakan Kredit Sektor Perdagangan Lokal
- Karakteristik perdagangan lokal.
- Pembiayaan pedagang dan distributor.
- Pembiayaan modal kerja perdagangan.
- Analisis persediaan dan perputaran barang.
- Analisis piutang usaha dan utang dagang.
- Penilaian arus kas dan rekening transaksi.
- Risiko penurunan permintaan.
- Risiko ketergantungan terhadap pemasok atau pembeli.
- Risiko persediaan dan perubahan harga.
- Strategi monitoring kredit perdagangan.
G. Manajemen Risiko Kredit Produktif
- Identifikasi risiko kredit berdasarkan sektor.
- Risiko produksi dan operasional.
- Risiko harga komoditas.
- Risiko pasar dan permintaan.
- Risiko cuaca dan bencana.
- Risiko rantai pasok.
- Risiko konsentrasi sektor dan komoditas.
- Risiko konsentrasi debitur.
- Penetapan limit dan sub-limit.
- Early warning indicator.
- Strategi mitigasi dan pengendalian risiko.
H. Monitoring dan Evaluasi Kebijakan Kredit
- Pemantauan pertumbuhan kredit produktif.
- Pemantauan kualitas kredit per sektor.
- Pemantauan NPL berdasarkan komoditas dan wilayah.
- Monitoring perkembangan harga komoditas.
- Monitoring kondisi usaha dan arus kas debitur.
- Identifikasi perubahan profil risiko.
- Mekanisme watchlist.
- Kriteria evaluasi dan kaji ulang kebijakan.
- Penyesuaian kebijakan berdasarkan perubahan kondisi ekonomi daerah.
Participants
- Credit
- Banking
- Perencanaan & Pengembangan
- Risk Management
- Finance, Accounting & Tax
- Treasury & Investment
- Compliance & APUPPT
- Law
- Audit Internal
- Leadership Program
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)