Efektivitas Pengelolaan Whistleblowing System (WBS) & Perlindungan Pelapor Risiko Kepatuhan
Scheduled 19 – 20 Agustus 2026 Surabaya
Registration
Efektivitas Pengelolaan Whistleblowing System (WBS) & Perlindungan Pelapor Risiko Kepatuhan

Efektivitas Pengelolaan Whistleblowing System (WBS) & Perlindungan Pelapor Risiko Kepatuhan

19 – 20 Agustus 2026 Surabaya Hotel Santika Pandegiling

Description

Whistleblowing System (WBS) merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat tata kelola, integritas, dan budaya kepatuhan di lingkungan perbankan. Melalui WBS, bank menyediakan saluran yang aman dan terpercaya bagi karyawan maupun pihak terkait untuk menyampaikan dugaan pelanggaran, fraud, misconduct, konflik kepentingan, penyalahgunaan wewenang, maupun tindakan lain yang berpotensi menimbulkan risiko hukum, kepatuhan, operasional, dan reputasi.

 

Dalam industri perbankan, efektivitas WBS menjadi semakin penting karena kompleksitas kegiatan usaha, besarnya volume transaksi, keterlibatan banyak pihak, serta tingginya tuntutan terhadap penerapan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik. WBS yang hanya tersedia secara formal namun tidak dipercaya oleh pegawai berisiko tidak menghasilkan informasi yang memadai untuk mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini.

 

Efektivitas WBS sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain independensi pengelola, kerahasiaan identitas pelapor, kemudahan akses, kejelasan mekanisme pelaporan, kualitas proses triage dan investigasi, ketepatan eskalasi, transparansi tindak lanjut, serta komitmen manajemen dalam memberikan perlindungan terhadap pelapor. Perlindungan tersebut menjadi aspek krusial untuk mencegah tindakan retaliasi, intimidasi, diskriminasi, maupun bentuk tekanan lain yang dapat menghambat keberanian seseorang dalam menyampaikan laporan.

 

Dari perspektif kepatuhan, WBS juga dapat menjadi sumber early warning information untuk mengidentifikasi compliance risk dan kelemahan pengendalian yang mungkin tidak terdeteksi melalui monitoring rutin. Informasi dari WBS dapat digunakan untuk memperkuat risk assessment, menentukan prioritas pemeriksaan, mengidentifikasi pola misconduct, serta meningkatkan kualitas kebijakan dan internal control.

 

Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan WBS yang tidak hanya berorientasi pada penerimaan dan penyelesaian laporan, tetapi juga membangun end-to-end whistleblowing governance yang mencakup prevention, reporting, triage, investigation, remediation, protection, monitoring, dan continuous improvement.

 

Pelatihan Efektivitas Pengelolaan Whistleblowing System (WBS) & Perlindungan Pelapor Risiko Kepatuhan dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam mengevaluasi efektivitas WBS, mengidentifikasi kelemahan governance dan proses, mengelola laporan secara objektif dan rahasia, serta membangun mekanisme perlindungan pelapor yang kredibel dan dapat dipercaya.

Objectives

  • Memahami konsep, prinsip, dan tujuan WBS dalam tata kelola perbankan.
  • Memahami peran WBS dalam mendeteksi dan mencegah risiko kepatuhan.
  • Mengidentifikasi karakteristik WBS yang efektif dan kredibel.
  • Menilai governance dan independensi pengelolaan WBS.
  • Mengembangkan mekanisme penerimaan, registrasi, dan klasifikasi laporan.
  • Melakukan triage dan risk assessment terhadap laporan whistleblowing.
  • Memahami prinsip investigasi laporan secara objektif dan rahasia.
  • Mengembangkan mekanisme perlindungan dan anti-retaliasi bagi pelapor.
  • Menentukan mekanisme eskalasi berdasarkan tingkat risiko dan materialitas laporan.
  • Mengembangkan mekanisme monitoring, reporting, dan follow-up WBS.
  • Mengukur efektivitas WBS melalui KPI dan indikator kualitas.
  • Menyusun rekomendasi penguatan WBS dan perlindungan pelapor di lingkungan BPD.

Course outline

1. Strategic Role Whistleblowing System dalam Governance

  • Konsep dan tujuan WBS.
  • WBS sebagai governance mechanism.
  • Peran WBS dalam compliance management.
  • WBS sebagai early warning system.
  • Hubungan WBS dengan fraud risk management.
  • Hubungan WBS dengan risk management dan internal control.
  • WBS dan budaya integritas.
  • Critical success factors WBS.

2. Regulatory & Governance Framework WBS

  • Kerangka regulasi dan ketentuan terkait WBS yang relevan bagi perbankan.
  • Prinsip governance WBS.
  • Struktur dan kewenangan pengelola WBS.
  • Peran Direksi dan Dewan Komisaris.
  • Peran Divisi Kepatuhan.
  • Peran Internal Audit.
  • Peran Risk Management dan Legal.
  • Independensi dan accountability.
  • Conflict of interest management.

3. WBS Policy & Operating Framework

  • Penyusunan kebijakan WBS.
  • Ruang lingkup pelanggaran yang dapat dilaporkan.
  • Kriteria laporan yang dapat ditindaklanjuti.
  • Reporting channels.
  • Anonymous reporting.
  • Confidentiality principle.
  • Whistleblower acknowledgement.
  • Service level dan response time.
  • Dokumentasi dan audit trail.

4. Whistleblowing Risk Assessment & Triage

  • Initial assessment.
  • Classification of allegations.
  • Risk-based triage.
  • Severity dan materiality assessment.
  • Credibility assessment.
  • Identification of urgent cases.
  • Fraud, compliance, misconduct, dan ethical risk.
  • Conflict of interest screening.
  • Escalation criteria.
  • Prioritization of investigation.

5. Pengelolaan Laporan & Investigasi

  • Complaint intake dan case registration.
  • Case management.
  • Investigation planning.
  • Evidence gathering.
  • Interview techniques.
  • Digital dan documentary evidence.
  • Confidentiality during investigation.
  • Investigation independence.
  • Root cause analysis.
  • Investigation report.
  • Case closure criteria.

6. Perlindungan Pelapor & Anti-Retaliasi

  • Prinsip perlindungan pelapor.
  • Confidentiality dan identity protection.
  • Anonymous whistleblowing.
  • Anti-retaliation framework.
  • Identifikasi potensi retaliation.
  • Perlindungan terhadap whistleblower dan saksi.
  • Conflict of interest dalam perlindungan pelapor.
  • Monitoring kondisi pelapor setelah laporan.
  • Penanganan dugaan tindakan balasan.
  • Escalation dan disciplinary mechanism.

7. Digitalisasi & Security WBS

  • Digital whistleblowing platform.
  • Secure reporting channels.
  • Identity protection.
  • Access control.
  • Data encryption.
  • Case confidentiality.
  • Audit trail.
  • Data retention.
  • Cybersecurity WBS.
  • Monitoring system integrity.

8. Integrasi WBS dengan Compliance & Risk Management

  • WBS sebagai sumber compliance intelligence.
  • Integrasi WBS dengan compliance risk assessment.
  • Integrasi dengan fraud risk management.
  • Integrasi dengan operational risk.
  • Issue management.
  • Risk trend analysis.
  • Identification of systemic issues.
  • Regulatory escalation.
  • Policy improvement berdasarkan hasil WBS.

9. Case Management, Remediation & Follow-Up

  • Case lifecycle management.
  • Investigation outcome.
  • Finding classification.
  • Root cause analysis.
  • Corrective Action Plan.
  • Disciplinary action sesuai kebijakan dan ketentuan.
  • Remediation tracking.
  • Follow-up monitoring.
  • Repeat case analysis.
  • Lessons learned.

10. WBS Effectiveness Measurement

  • Key Performance Indicators WBS.
  • Key Risk Indicators.
  • Number dan quality of reports.
  • Anonymous vs identified reporting.
  • Response time.
  • Investigation completion rate.
  • Case substantiation rate.
  • Overdue cases.
  • Retaliation incidents.
  • Employee awareness dan trust level.
  • WBS effectiveness dashboard.

11. Building Speak-Up Culture

  • Tone from the top.
  • Ethical leadership.
  • Psychological safety.
  • Speak-up culture.
  • Employee awareness.
  • WBS communication campaign.
  • Training dan awareness.
  • Leadership role modelling.
  • Trust building.
  • Mengurangi fear of retaliation.
  • Integrasi WBS dengan corporate values.

Participants

  • Compliance & APUPPT
  • Audit Internal
  • Risk Management
  • Law
  • Banking
  • Leadership Program
  • Human Resource Management
  • Corporate Secretary & Humas
  • Perencanaan & Pengembangan
  • Information Technology

Method

  • Pre-test
  • Presentation
  • Discussion
  • Case study
  • Post-test

Facilities

  • Ruang Meeting Representatif
  • Sertifikat Pelatihan Resmi
  • Instruktur Profesional & Berpengalaman
  • Training Kit Eksklusif
  • Souvenir
  • Pick Up Participant (Yogyakarta)
Back to services

Registration form

Top