Building Risk-Aware Culture Integrating Risk Appetite into Daily Operations
Building Risk-Aware Culture Integrating Risk Appetite into Daily Operations
Description
Keberhasilan penerapan manajemen risiko tidak hanya bergantung pada tersedianya kebijakan, prosedur, atau kerangka kerja yang baik, tetapi juga pada terbentuknya budaya sadar risiko (risk-aware culture) yang diterapkan secara konsisten di seluruh tingkatan organisasi. Organisasi dengan budaya risiko yang kuat mampu menjadikan pertimbangan risiko sebagai bagian dari setiap keputusan dan aktivitas operasional, sehingga mampu meningkatkan kinerja, memperkuat ketahanan organisasi, serta mendukung pencapaian tujuan strategis.
Salah satu elemen penting dalam membangun budaya risiko adalah Risk Appetite, yaitu tingkat dan jenis risiko yang bersedia diterima organisasi dalam rangka mencapai tujuan strategisnya. Risk Appetite menjadi pedoman bagi manajemen dan seluruh karyawan dalam mengambil keputusan, mengalokasikan sumber daya, menjalankan proses bisnis, serta merespons peluang dan ancaman secara konsisten.
Pelatihan Building Risk-Aware Culture: Integrating Risk Appetite into Daily Operations dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai bagaimana membangun budaya sadar risiko, menerjemahkan Risk Appetite ke dalam aktivitas operasional sehari-hari, serta memastikan seluruh lini organisasi memiliki pemahaman yang sama mengenai batas toleransi risiko dan tanggung jawab dalam pengelolaan risiko. Pelatihan ini mengacu pada praktik terbaik COSO Enterprise Risk Management, ISO 31000:2018 Risk Management Guidelines, dan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Objectives
- Memahami konsep budaya sadar risiko (risk-aware culture) dan perannya dalam keberhasilan organisasi.
- Memahami hubungan antara strategi organisasi, Risk Appetite, Risk Tolerance, dan pengambilan keputusan operasional.
- Mengintegrasikan Risk Appetite ke dalam proses bisnis dan aktivitas sehari-hari.
- Mengidentifikasi perilaku dan praktik kerja yang mendukung budaya sadar risiko.
- Menyusun indikator budaya risiko dan mekanisme pemantauannya.
- Mendorong komunikasi risiko yang terbuka, transparan, dan konstruktif di seluruh organisasi.
- Mengembangkan peran pimpinan sebagai teladan (tone at the top) dalam membangun budaya risiko.
- Menyusun rencana implementasi budaya sadar risiko yang berkelanjutan
Course outline
1. Fundamental Budaya Sadar Risiko
- Pengertian Risk Culture
- Karakteristik organisasi yang sadar risiko
- Hubungan budaya risiko dengan tata kelola perusahaan
- Peran budaya risiko dalam pencapaian tujuan organisasi
- Faktor keberhasilan implementasi budaya risiko
2. Memahami Risk Appetite
- Definisi Risk Appetite
- Risk Appetite, Risk Tolerance, dan Risk Capacity
- Hubungan Risk Appetite dengan strategi organisasi
- Penyusunan Risk Appetite Statement
- Cascading Risk Appetite ke seluruh unit kerja
3. Mengintegrasikan Risk Appetite ke Operasional
- Pengambilan keputusan berbasis risiko
- Integrasi dalam penyusunan SOP
- Integrasi dalam Key Performance Indicators (KPI)
- Integrasi dalam proses persetujuan dan otorisasi
- Pengelolaan risiko pada aktivitas operasional
- Studi kasus penerapan Risk Appetite
4. Peran Kepemimpinan dalam Budaya Risiko
- Tone at the Top
- Peran Direksi dan Dewan Komisaris
- Peran pimpinan unit kerja
- Akuntabilitas dan kepemilikan risiko (Risk Ownership)
- Kepemimpinan berbasis nilai dan etika
5. Komunikasi dan Kesadaran Risiko
- Strategi komunikasi risiko
- Pelaporan risiko yang efektif
- Membangun lingkungan "speak up"
- Pembelajaran dari insiden (lessons learned)
- Program sosialisasi dan pelatihan risiko
6. Pengukuran dan Pemantauan Budaya Risiko
- Risk Culture Assessment
- Risk Maturity Model
- Key Risk Indicators (KRI)
- Key Control Indicators (KCI)
- Employee Risk Awareness Survey
- Dashboard budaya risiko
7. Studi Kasus dan Simulasi
- Analisis budaya risiko pada berbagai jenis organisasi
- Penyusunan Risk Appetite Statement
- Simulasi pengambilan keputusan berbasis Risk Appetite
- Penyusunan indikator budaya risiko
- Analisis penyebab kegagalan implementasi budaya risiko
8. Best Practices Membangun Budaya Sadar Risiko
- Integrasi dengan Enterprise Risk Management (ERM)
- Three Lines Model
- Continuous Risk Monitoring
- Risk Champion Program
- Digital Risk Culture
- Praktik terbaik sektor keuangan, BUMN, dan perusahaan swasta
- Roadmap implementasi budaya risiko
Participants
- Risk Management
- Banking
- Leadership Program
- Compliance & APUPPT
- Audit Internal
- Perencanaan & Pengembangan
- Finance
- Human Resource Management
- Corporate Secretary & Humas
- Information Technology
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)