Formulasi Kebijakan hapus Buku (Write-Off) & Hapus Tagih Standardisasi Kriteria, Efisiensi Akuntansi, dan Tata Kelola Pencadangan (CKPN)
Formulasi Kebijakan hapus Buku (Write-Off) & Hapus Tagih Standardisasi Kriteria, Efisiensi Akuntansi, dan Tata Kelola Pencadangan (CKPN)
Description
Pengelolaan kredit bermasalah tidak hanya berfokus pada upaya penyelamatan dan pemulihan, tetapi juga mencakup pengambilan keputusan strategis terhadap aset yang secara ekonomis sudah tidak layak untuk dipertahankan dalam pembukuan. Kebijakan hapus buku (write-off) dan hapus tagih merupakan bagian penting dari manajemen risiko kredit yang bertujuan meningkatkan kualitas laporan keuangan, mengoptimalkan pengelolaan portofolio kredit, serta memastikan pencatatan akuntansi sesuai dengan standar yang berlaku tanpa mengabaikan hak tagih lembaga.
Pelaksanaan write-off dan hapus tagih harus didukung oleh kebijakan yang jelas, kriteria yang terstandarisasi, tata kelola yang kuat, serta selaras dengan ketentuan akuntansi mengenai Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan regulasi yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai aspek bisnis, akuntansi, hukum, perpajakan, dan manajemen risiko agar keputusan yang diambil mampu mendukung efisiensi operasional sekaligus menjaga prinsip kehati-hatian (prudential banking).
Pelatihan Formulasi Kebijakan Hapus Buku (Write-Off) & Hapus Tagih: Standardisasi Kriteria, Efisiensi Akuntansi, dan Tata Kelola Pencadangan (CKPN) dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai penyusunan kebijakan write-off dan hapus tagih, mulai dari penetapan kriteria, proses persetujuan, implikasi akuntansi, hingga pengelolaan recovery pasca write-off dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan aset produktif dan kualitas laporan keuangan.
Objectives
- Memahami konsep, tujuan, dan perbedaan antara hapus buku (write-off) dan hapus tagih.
- Memahami keterkaitan kebijakan write-off dengan CKPN, kualitas aset produktif, dan pelaporan keuangan.
- Menyusun standar kriteria dan parameter penetapan kredit yang memenuhi persyaratan untuk dihapus buku maupun dihapus tagih.
- Merancang kebijakan dan prosedur write-off yang sesuai dengan prinsip tata kelola, manajemen risiko, dan regulasi yang berlaku.
- Menganalisis dampak akuntansi, perpajakan, hukum, dan bisnis atas keputusan write-off dan hapus tagih.
- Menyusun mekanisme monitoring, recovery, dan evaluasi efektivitas kebijakan write-off secara berkelanjutan
Course outline
1. Konsep Dasar Write-Off dan Hapus Tagih
- Definisi hapus buku (write-off) dan hapus tagih.
- Tujuan dan manfaat kebijakan write-off.
- Perbedaan aspek akuntansi dan aspek hukum.
- Hubungan write-off dengan strategi penyelesaian kredit bermasalah.
- Praktik terbaik pengelolaan aset bermasalah.
2. Regulasi dan Standar Akuntansi
- Ketentuan regulator mengenai kualitas aset produktif.
- Standar akuntansi terkait CKPN dan penurunan nilai aset keuangan.
- Pengakuan, pengukuran, dan pencatatan write-off.
- Dokumentasi dan persyaratan administratif.
- Implikasi terhadap laporan keuangan dan rasio kesehatan lembaga.
3. Penyusunan Kebijakan dan Standardisasi Kriteria
- Prinsip penyusunan kebijakan write-off.
- Kriteria kredit yang memenuhi syarat untuk dihapus buku.
- Penentuan batas kewenangan persetujuan.
- Matriks pengambilan keputusan write-off.
- Penyusunan SOP dan tata kelola proses write-off.
4. Tata Kelola Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
- Konsep CKPN dalam manajemen risiko kredit.
- Hubungan CKPN dengan kualitas aset.
- Metode pembentukan dan evaluasi kecukupan CKPN.
- Dampak write-off terhadap pencadangan.
- Pengendalian internal dalam pengelolaan CKPN.
5. Aspek Hukum, Kepatuhan, dan Perpajakan
- Konsekuensi hukum atas write-off dan hapus tagih.
- Hak tagih setelah dilakukan write-off.
- Dokumentasi hukum dan pembuktian piutang.
- Implikasi perpajakan atas penghapusan piutang.
- Kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip tata kelola perusahaan.
6. Strategi Recovery Pascawrite-Off
- Konsep recovery management.
- Strategi penagihan setelah write-off.
- Pengelolaan aset agunan.
- Kerja sama dengan pihak ketiga dalam proses recovery.
- Pengukuran tingkat keberhasilan recovery.
7. Monitoring dan Evaluasi Kebijakan Write-Off
- Penyusunan indikator efektivitas kebijakan.
- Monitoring portofolio kredit yang telah dihapus buku.
- Analisis tren write-off dan recovery rate.
- Pelaporan kepada manajemen dan komite terkait.
- Continuous improvement kebijakan write-off.
8. Studi Kasus dan Workshop
- Analisis kasus kredit yang memenuhi kriteria write-off.
- Simulasi penentuan CKPN dan dampaknya terhadap laporan keuangan.
- Penyusunan matriks keputusan hapus buku dan hapus tagih.
- Penyusunan draft kebijakan dan SOP write-off.
- Diskusi praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan write-off dan recovery
Participants
- Credit
- Accounting & Tax
- Risk Management
- Banking
- Finance
- Compliance & APUPPT
- Audit Internal
- Law
- Leadership Program
- Perencanaan & Pengembangan
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir
- Pick Up Participant (Yogyakarta)