Membangun Risk-Aware Culture: Peran HR dalam Menginternalisasi Budaya Sadar Risiko ke Seluruh Karyawan
Running 21 – 22 Juli 2026 Malang
Registration
Membangun Risk-Aware Culture: Peran HR dalam Menginternalisasi Budaya Sadar Risiko ke Seluruh Karyawan

Membangun Risk-Aware Culture: Peran HR dalam Menginternalisasi Budaya Sadar Risiko ke Seluruh Karyawan

21 – 22 Juli 2026 Malang Hotel Ibis Styles

Description

Industri perbankan merupakan salah satu sektor yang memiliki tingkat eksposur risiko yang tinggi. Risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko kepatuhan, risiko reputasi, hingga risiko teknologi informasi harus dikelola secara efektif agar bank dapat menjalankan usahanya secara sehat, berkelanjutan, dan sesuai dengan ketentuan regulator. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko tidak hanya menjadi tanggung jawab unit Manajemen Risiko, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh insan bank pada setiap jenjang organisasi.

 

Keberhasilan penerapan manajemen risiko sangat dipengaruhi oleh terbentuknya Risk-Aware Culture (Budaya Sadar Risiko), yaitu budaya organisasi yang mendorong setiap karyawan memahami risiko dalam pekerjaannya, bertanggung jawab atas keputusan yang diambil, mematuhi kebijakan dan prosedur, serta secara proaktif mengidentifikasi, melaporkan, dan mengelola risiko sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.

 

Dalam membangun budaya sadar risiko, fungsi Human Resources (HR) memiliki peran yang sangat strategis. HR tidak hanya mengelola administrasi kepegawaian, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan (change agent) yang mengintegrasikan nilai-nilai manajemen risiko ke dalam seluruh siklus pengelolaan SDM, mulai dari rekrutmen, orientasi, pengembangan kompetensi, manajemen kinerja, pengembangan kepemimpinan, sistem penghargaan, hingga budaya organisasi.

 

Pelatihan "Membangun Risk-Aware Culture: Peran HR dalam Menginternalisasi Budaya Sadar Risiko ke Seluruh Karyawan" dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai konsep budaya sadar risiko, peran strategis HR dalam mendukung implementasi Enterprise Risk Management (ERM), serta berbagai pendekatan praktis untuk menginternalisasikan perilaku sadar risiko kepada seluruh karyawan. Dengan pendekatan yang terintegrasi, budaya sadar risiko tidak hanya menjadi kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari nilai dan perilaku kerja sehari-hari yang mendukung pencapaian tujuan bisnis bank secara berkelanjutan

Objectives

  • Memahami konsep Risk-Aware Culture dan pentingnya budaya sadar risiko dalam industri perbankan.
  • Menjelaskan hubungan antara budaya organisasi, tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), dan manajemen risiko.
  • Memahami peran strategis HR dalam membangun, mengembangkan, dan memperkuat budaya sadar risiko di seluruh organisasi.
  • Mengintegrasikan prinsip-prinsip manajemen risiko ke dalam proses Human Capital, seperti rekrutmen, onboarding, pelatihan, manajemen kinerja, pengembangan talenta, dan sistem penghargaan.
  • Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku sadar risiko di lingkungan kerja.
  • Merancang program komunikasi, pembelajaran, dan kampanye internal untuk meningkatkan kesadaran risiko karyawan.
  • Menyusun indikator dan metode untuk mengukur tingkat kematangan budaya sadar risiko (Risk Culture Maturity).
  • Mengembangkan rencana aksi implementasi budaya sadar risiko yang selaras dengan strategi bisnis, tata kelola, dan ketentuan regulator

Course outline

1. Konsep Dasar Risk-Aware Culture

  • Pengertian budaya sadar risiko.
  • Perbedaan kepatuhan (compliance) dan budaya sadar risiko. 
  • Hubungan antara budaya organisasi, manajemen risiko, dan kinerja perusahaan. 
  • Manfaat Risk-Aware Culture bagi industri perbankan. 
  • Perkembangan praktik budaya risiko di sektor jasa keuangan. 

2. Manajemen Risiko dalam Industri Perbankan

  • Prinsip dasar Enterprise Risk Management (ERM). 
  • Jenis-jenis risiko di bank: 
  1. Risiko kredit. 
  2. Risiko pasar. 
  3. Risiko likuiditas. 
  4. Risiko operasional. 
  5. Risiko kepatuhan. 
  6. Risiko hukum. 
  7. Risiko reputasi. 
  8. Risiko strategis. 
  9. Risiko teknologi informasi dan keamanan siber. 
  • Konsep Three Lines Model dan pembagian peran dalam pengelolaan risiko

3. Peran Strategis HR dalam Membangun Budaya Sadar Risiko

  • HR sebagai strategic partner dan change agent
  • Integrasi budaya risiko dalam Human Capital Strategy. 
  • Peran pimpinan sebagai role model
  • Kolaborasi HR dengan fungsi Manajemen Risiko, Kepatuhan, Audit Internal, dan unit bisnis. 
  • Membangun nilai, perilaku, dan kompetensi berbasis risiko. 

4. Integrasi Budaya Risiko dalam Siklus Human Capital

  • Rekrutmen dan seleksi berbasis nilai dan integritas. 
  • Program orientasi (onboarding) mengenai budaya risiko. 
  • Pembelajaran dan pengembangan kompetensi risiko. 
  • Integrasi aspek risiko dalam Key Performance Indicators (KPI). 
  • Pengembangan kepemimpinan yang berorientasi pada tata kelola dan pengelolaan risiko. 
  • Sistem penghargaan dan konsekuensi terhadap perilaku sadar risiko. 

5. Strategi Internalisasi Budaya Sadar Risiko

  • Penyusunan Risk Culture Framework
  • Strategi komunikasi internal. 
  • Kampanye budaya sadar risiko. 
  • Pembelajaran berbasis studi kasus dan simulasi. 
  • Risk awareness week, forum diskusi, dan knowledge sharing
  • Pemanfaatan media digital dan platform pembelajaran. 

6. Pengukuran dan Evaluasi Risk Culture

  • Konsep Risk Culture Maturity.
  • Indikator budaya sadar risiko. 
  • Risk Culture Assessment
  • Survei budaya risiko. 
  • Analisis perilaku dan kepatuhan. 
  • Pemanfaatan HR Analytics dan dashboard budaya risiko. 

7. Kepemimpinan dalam Membangun Risk-Aware Culture

  • Peran Direksi dan manajemen. 
  • Tone from the Top dan Tone from the Middle
  • Kepemimpinan yang mendukung keterbukaan, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. 
  • Coaching dan mentoring untuk membangun perilaku sadar risiko

Participants

  • Human Resource Management
  • Risk Management
  • Leadership Program
  • Banking
  • Compliance & APUPPT
  • Perencanaan & Pengembangan
  • Corporate Secretary & Humas
  • Audit Internal
  • Finance
  • Service Excellence

Method

  • Pre-test
  • Presentation
  • Discussion
  • Case study
  • Post-test

Facilities

  • Ruang Meeting Representatif
  • Sertifikat Pelatihan Resmi
  • Instruktur Profesional & Berpengalaman
  • Training Kit Eksklusif
  • Souvenir
  • Pick Up Participant (Yogyakarta)
Back to services

Registration form

Top