Pengelolaan Risiko Transaksi Elektronik pada Layanan Perbankan
Running 09 – 10 Juli 2026 Malang
Registration
Pengelolaan Risiko Transaksi Elektronik pada Layanan Perbankan

Pengelolaan Risiko Transaksi Elektronik pada Layanan Perbankan

09 – 10 Juli 2026 Malang Hotel Ibis Style

Description

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi besar dalam industri perbankan, terutama dalam penyediaan layanan berbasis digital. Saat ini, berbagai transaksi perbankan dapat dilakukan secara elektronik melalui layanan seperti mobile banking, internet banking, ATM, dan berbagai platform pembayaran digital.

Meskipun transaksi elektronik memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi bagi nasabah, layanan ini juga memiliki berbagai risiko, seperti risiko keamanan data, penipuan (fraud), gangguan sistem, serta penyalahgunaan akses oleh pihak yang tidak berwenang. Oleh karena itu, pengelolaan risiko transaksi elektronik menjadi aspek yang sangat penting dalam operasional perbankan.

Bank perlu menerapkan sistem pengendalian yang efektif, teknologi keamanan yang kuat, serta kebijakan manajemen risiko yang komprehensif untuk memastikan bahwa transaksi elektronik dapat dilakukan secara aman, andal, dan terpercaya.

Objectives

  1. Melindungi keamanan data dan informasi nasabah
    Mencegah penyalahgunaan data pribadi dan informasi keuangan nasabah.
  2. Meminimalkan potensi kerugian akibat transaksi ilegal atau penipuan
    Mengurangi risiko fraud dalam transaksi elektronik.
  3. Menjaga keandalan sistem layanan perbankan digital
    Memastikan sistem transaksi elektronik dapat beroperasi secara stabil dan aman.
  4. Meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap layanan digital banking
    Sistem keamanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank.
  5. Memastikan kepatuhan terhadap regulasi perbankan dan teknologi informasi
    Bank harus mengikuti standar keamanan dan regulasi yang ditetapkan oleh otoritas keuangan.

Course outline

1. Jenis Risiko dalam Transaksi Elektronik

Beberapa jenis risiko yang sering muncul dalam layanan transaksi elektronik perbankan antara lain:

  • Risiko keamanan sistem (security risk)
    Ancaman dari peretasan sistem atau akses ilegal terhadap jaringan bank.
  • Risiko operasional
    Gangguan sistem, kesalahan proses transaksi, atau kegagalan teknologi.
  • Risiko penipuan (fraud risk)
    Penyalahgunaan layanan perbankan digital oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
  • Risiko reputasi
    Gangguan keamanan atau kegagalan sistem dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap bank.

2. Sistem Keamanan dalam Transaksi Elektronik

Untuk mengurangi risiko transaksi elektronik, bank biasanya menerapkan berbagai sistem keamanan, antara lain:

  • Autentikasi berlapis (multi-factor authentication)
    Menggunakan kombinasi password, OTP, atau biometrik.
  • Enkripsi data
    Melindungi data transaksi agar tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berwenang.
  • Firewall dan sistem keamanan jaringan
    Melindungi sistem perbankan dari serangan siber.
  • Monitoring transaksi secara real-time
    Mengidentifikasi aktivitas transaksi yang mencurigakan.

3. Manajemen Risiko dalam Transaksi Elektronik

Pengelolaan risiko transaksi elektronik dilakukan melalui beberapa langkah utama:

  • Identifikasi risiko
    Mengidentifikasi potensi risiko dalam sistem transaksi elektronik.
  • Pengukuran risiko
    Menilai tingkat kemungkinan dan dampak dari risiko yang terjadi.
  • Pengendalian risiko
    Menerapkan kebijakan dan teknologi keamanan untuk mengurangi risiko.
  • Pemantauan risiko
    Melakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap aktivitas transaksi elektronik.

4. Peran Teknologi dalam Pengelolaan Risiko

Teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan keamanan transaksi elektronik, antara lain melalui:

  • Sistem deteksi fraud berbasis data analytics
  • Artificial Intelligence untuk mendeteksi pola transaksi yang tidak biasa
  • Sistem keamanan berbasis biometrik seperti sidik jari atau pengenalan wajah
  • Sistem pemantauan keamanan jaringan secara otomatis

5. Edukasi Nasabah dalam Keamanan Transaksi

Selain sistem keamanan dari bank, nasabah juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan transaksi elektronik, antara lain dengan:

  • Menjaga kerahasiaan password dan PIN.
  • Tidak membagikan kode OTP kepada pihak lain.
  • Menggunakan perangkat yang aman saat melakukan transaksi.
  • Melaporkan aktivitas transaksi yang mencurigakan kepada bank.

Participants

  • Manajemen Risiko
  • Risiko Operasional
  • Teknologi Informasi
  • Digital Banking
  • Keamanan Informasi
  • Cyber Security
  • Kepatuhan
  • Audit Internal
  • Governance, Risk & Compliance (GRC)
  • Operasional
  • Electronic Banking
  • Payment System
  • Fraud Risk Management
  • APUPPT
  • Anti Fraud
  • Pengendalian Internal
  • Customer Service
  • Branch Management
  • Direksi
  • Quality Assurance

Method

  • Pre-test
  • Presentation
  • Discussion
  • Case study
  • Post-test

Facilities

  • Ruang Meeting Representatif
  • Sertifikat Pelatihan Resmi
  • Instruktur Profesional & Berpengalaman
  • Training Kit Eksklusif
  • Souvenir
  • Pick Up Participant (Yogyakarta)
Back to services

Registration form

Top