Risk Appetite Framework: Menyelaraskan Risiko dengan Strategi Bisnis Bank
Scheduled 02 – 03 Juli 2026 Bandung
Registration
Risk Appetite Framework: Menyelaraskan Risiko dengan Strategi Bisnis Bank

Risk Appetite Framework: Menyelaraskan Risiko dengan Strategi Bisnis Bank

02 – 03 Juli 2026 Bandung Hotel Zest Sukajadi

Description

Dalam industri perbankan yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian, kemampuan bank dalam mengelola risiko secara efektif menjadi faktor kunci untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Salah satu elemen penting dalam manajemen risiko adalah Risk Appetite Framework (RAF), yaitu kerangka kerja yang digunakan untuk menentukan tingkat risiko yang bersedia diambil oleh bank dalam mencapai tujuan strategisnya.

Risk Appetite Framework membantu Direksi, Dewan Komisaris, dan manajemen dalam menyelaraskan strategi bisnis dengan kapasitas dan toleransi risiko yang dimiliki organisasi. Dengan kerangka yang jelas, bank dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih terukur, mengoptimalkan peluang pertumbuhan, menjaga kepatuhan terhadap regulasi, serta meningkatkan ketahanan organisasi terhadap berbagai potensi risiko

Objectives

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dan prinsip dasar Risk Appetite Framework dalam industri perbankan. 
  2. Memahami hubungan antara strategi bisnis, risk appetite, dan manajemen risiko. 
  3. Menyusun dan mengimplementasikan Risk Appetite Statement yang efektif. 
  4. Menentukan indikator dan batasan risiko (risk limits) yang selaras dengan tujuan bisnis. 
  5. Melakukan monitoring dan pelaporan terhadap tingkat risiko yang dihadapi bank. 
  6. Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis risiko di seluruh organisasi. 

Course outline

1. Fundamental Risk Appetite Framework

  • Konsep dan definisi Risk Appetite Framework 
  • Peran RAF dalam tata kelola dan manajemen risiko bank 
  • Hubungan antara strategi bisnis dan risk appetite  
  • Manfaat dan tantangan implementasi RAF 

2. Governance Risk Appetite Framework

  • Peran Dewan Komisaris dan Direksi 
  • Tanggung jawab manajemen dalam implementasi RAF 
  • Hubungan RAF dengan Good Corporate Governance 
  • Three Lines Model dalam pengelolaan risiko 

3. Penyusunan Risk Appetite Statement

  • Prinsip penyusunan Risk Appetite Statement 
  • Menentukan tingkat risiko yang dapat diterima 
  • Keterkaitan risk appetite dengan business plan 
  • Best practice penyusunan RAF di industri perbankan 

4. Risk Capacity, Risk Appetite, dan Risk Tolerance

  • Perbedaan risk capacity, risk appetite, dan risk tolerance 
  • Penentuan batas toleransi risiko 
  • Pengukuran kapasitas risiko bank 
  • Penyelarasan dengan target pertumbuhan bisnis 

5. Penetapan Risk Limits dan Key Risk Indicators

  • Penyusunan risk limits berdasarkan jenis risiko 
  • Key Risk Indicators (KRI) 
  • Early warning indicators 
  • Monitoring dan pelaporan risiko 

6. Integrasi RAF dengan Enterprise Risk Management

  • Integrasi RAF dalam proses manajemen risiko 
  • Risk-based decision making 
  • Penggunaan RAF dalam perencanaan strategis 
  • Integrasi dengan ICAAP dan manajemen permodalan 

7. Monitoring dan Pelaporan Risk Appetite

  • Risk appetite dashboard 
  • Pelaporan kepada Direksi dan Komisaris 
  • Penanganan pelanggaran risk appetite 
  • Corrective action dan escalation process 

8. Risk Appetite pada Berbagai Jenis Risiko Perbankan

  • Risiko kredit 
  • Risiko pasar 
  • Risiko likuiditas 
  • Risiko operasional 
  • Risiko kepatuhan 
  • Risiko reputasi dan risiko strategis 

9. Studi Kasus dan Best Practice Implementasi RAF

  • Analisis penerapan RAF pada industri perbankan 
  • Studi kasus kegagalan pengelolaan risk appetite 
  • Lessons learned dan strategi perbaikan 
  • Penyusunan roadmap implementasi RAF yang efektif

Participants

  • Manajemen Risiko
  • Kepatuhan
  • Audit Internal
  • Enterprise Risk Management (ERM)
  • Governance, Risk & Compliance (GRC)
  • Keuangan
  • Treasury
  • Perencanaan Strategis
  • Risk Analytics
  • Kredit
  • Operasional
  • Legal
  • Corporate Secretary
  • Direksi
  • Komisaris
  • Komite Manajemen Risiko
  • Komite Audit
  • Corporate Banking
  • Commercial Banking
  • Micro Banking
  • Consumer Banking
  • Branch Management
  • Business Development
  • Performance Management
  • Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR)
  • Satuan Kerja Kepatuhan (SKK)

Method

  • Pre-test
  • Presentation
  • Discussion
  • Case study
  • Post-test

Facilities

  • Ruang Meeting Representatif
  • Sertifikat Pelatihan Resmi
  • Instruktur Profesional & Berpengalaman
  • Training Kit Eksklusif
  • Souvenir
  • Pick Up Participant (Yogyakarta)
Back to services

Registration form

Top