Employee Wellbeing dan Mental Health: Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan untuk Produktivitas dan Retensi yang Lebih Baik
Employee Wellbeing dan Mental Health: Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan untuk Produktivitas dan Retensi yang Lebih Baik
Description
Kesejahteraan dan kesehatan mental karyawan menjadi faktor kunci dalam kinerja organisasi, produktivitas, dan retensi talenta. Karyawan yang sehat secara fisik dan mental cenderung lebih terlibat, kreatif, dan loyal terhadap perusahaan, sedangkan stres, burnout, atau tekanan psikologis dapat menurunkan kinerja dan meningkatkan turnover.
Strategi employee wellbeing mencakup pendekatan holistik, mulai dari lingkungan kerja yang mendukung, manajemen stres, program kesehatan, hingga dukungan psikologis. Perusahaan yang mengintegrasikan wellbeing dan mental health dalam strategi SDM dapat:
- Meningkatkan engagement dan motivasi karyawan
- Memperkuat produktivitas tim dan individu
- Mengurangi absenteeism dan turnover
- Membangun budaya organisasi yang inklusif, suportif, dan berkelanjutan
Dengan fokus pada kesejahteraan karyawan, perusahaan tidak hanya memelihara talenta tetapi juga memperkuat daya saing organisasi.
Objectives
- Memahami konsep employee wellbeing dan kesehatan mental di tempat kerja.
- Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kesejahteraan dan stres karyawan.
- Merancang program dan strategi wellbeing yang efektif untuk meningkatkan engagement.
- Mengimplementasikan intervensi kesehatan mental dan dukungan psikologis.
- Mengukur efektivitas program wellbeing dan dampaknya terhadap kinerja dan retensi.
- Membangun lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan mendukung keseimbangan kerja-hidup.
- Menanamkan budaya organisasi yang peduli pada kesehatan fisik dan mental karyawan.
Course outline
1. Konsep Employee Wellbeing dan Mental Health
- Definisi wellbeing dan kesehatan mental karyawan
- Dampak wellbeing terhadap produktivitas dan engagement
- Faktor stres dan burnout di tempat kerja
2. Faktor Penentu Kesejahteraan Karyawan
- Lingkungan kerja fisik dan psikologis
- Beban kerja, manajemen waktu, dan work-life balance
- Hubungan sosial, kepemimpinan, dan budaya organisasi
3. Strategi dan Program Wellbeing
- Program kesehatan fisik: olahraga, nutrisi, dan medical check-up
- Dukungan mental health: counseling, peer support, mindfulness
- Employee Assistance Program (EAP) dan wellness platform digital
4. Penerapan Praktik Work-Life Balance
- Fleksibilitas jam kerja dan remote working
- Teknik manajemen stres dan resilience training
- Mindfulness dan mental wellness activities
5. Monitoring, Evaluasi, dan Feedback
- Mengukur efektivitas program wellbeing
- Survei kepuasan dan engagement karyawan
- Early warning indicators burnout dan risiko kesehatan mental
6. Integrasi dengan Strategi SDM
- Kesejahteraan sebagai bagian dari retensi talenta
- Hubungan wellbeing dengan produktivitas dan KPI
- Budaya organisasi suportif dan inklusif
7. Studi Kasus dan Best Practice
- Studi kasus perusahaan dengan program wellbeing sukses
- Analisis dampak terhadap engagement, produktivitas, dan retensi
- Diskusi praktik terbaik dan strategi implementasi
- Latihan menyusun rencana program wellbeing berbasis kebutuhan karyawan
Participants
- Liquidity Management
- Risk Management
- Treasury
- Finance
- Corporate Banking
- Retail Banking
- Compliance
- Corporate Governance
- Internal Audit
- Operations
- Strategic Planning
- Management
Method
- Pre-test
- Presentation
- Discussion
- Case study
- Post-test
Facilities
- Ruang Meeting Representatif
- Sertifikat Pelatihan Resmi
- Instruktur Profesional & Berpengalaman
- Training Kit Eksklusif
- Souvenir Gendhis Consultant
- Pick Up Participant (Yogyakarta)