Model Validasi & Back Testing untuk Risiko Pasar
Running 22 – 23 Juni 2026 Yogyakarta
Registration
Model Validasi & Back Testing untuk Risiko Pasar

Model Validasi & Back Testing untuk Risiko Pasar

22 – 23 Juni 2026 Yogyakarta Hotel Ibis Style

Description

Dalam perbankan, risiko pasar adalah risiko kerugian akibat fluktuasi harga pasar, seperti nilai tukar, suku bunga, harga saham, atau komoditas. Untuk mengelola risiko ini secara efektif, bank menggunakan model risiko pasar seperti Value at Risk (VaR), stress testing, dan skenario simulasi.

Validasi model dan back testing menjadi mekanisme penting untuk:

  1. Memastikan keakuratan dan reliabilitas model. 
  2. Mengukur kemampuan prediksi model terhadap kerugian nyata. 
  3. Mendukung kepatuhan regulasi dan standar internasional (misal: Basel II/III). 

Tanpa validasi dan back testing, penggunaan model risiko bisa menyesatkan dan meningkatkan kemungkinan kerugian tak terduga.

Objectives

Setelah mempelajari topik ini, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami konsep risiko pasar dan model pengukuran risiko (VaR, stress test). 
  2. Mengetahui tujuan dan metodologi validasi model risiko pasar. 
  3. Mampu melakukan back testing untuk mengevaluasi performa model. 
  4. Mengintegrasikan hasil validasi dan back testing dalam pengambilan keputusan manajemen risiko. 

Course outline

1. Risiko Pasar dan Model Pengukuran 

a. Definisi risiko pasar dan faktor penyebabnya (harga saham, obligasi, suku bunga, nilai tukar, komoditas). 

b. Model pengukuran risiko: 

  • Value at Risk (VaR) – parametric, historical, Monte Carlo. 
  • Stress Testing – skenario ekstrem untuk menguji ketahanan portofolio. 
  • Sensitivity Analysis – dampak perubahan variabel pasar. 

2. Validasi Model Risiko Pasar 

a. Tujuan: memastikan model akurat, relevan, dan sesuai regulasi. 

b. Proses: 

  • Review asumsi model. 
  • Analisis metodologi dan input data. 
  • Evaluasi output dan konsistensi. 

c. Peran internal audit dan risk management unit. 

3. Back Testing

a. Definisi: membandingkan prediksi model dengan hasil aktual. 

b. Metode: 

  • Hit Ratio – persentase prediksi yang tepat. 
  • Kupiec Test / Proportion of Failures Test – evaluasi tingkat kegagalan prediksi VaR. 

c. Frekuensi dan dokumentasi back testing sesuai standar Basel. 

4. Integrasi Hasil Validasi & Back Testing 

a. Perbaikan model atau parameter jika hasil back testing tidak sesuai. 

b. Penggunaan hasil validasi untuk pengambilan keputusan risk mitigation. 

c. Laporan reguler ke manajemen dan dewan komisaris. 

5. Studi Kasus dan Best Practices 

a. Contoh kegagalan model risiko pasar pada bank besar. 

b. Praktik validasi dan back testing di bank global dan domestik. 

c. Lessons learned untuk meningkatkan akurasi model dan pengendalian risiko. 

Participants

  • Market Risk Management
  • Risk Management
  • Enterprise Risk Management
  • Model Risk Management Team
  • Model Validation Team
  • Validation & Back Testing Team
  • Risk Analytics Team
  • Quantitative Risk Team
  • Treasury
  • Treasury Risk Control
  • ALMA
  • Data Analytics
  • Finance & Accounting
  • Compliance
  • Internal Audit
  • Regulatory Affairs
  • Strategic Planning
  • CRO Office
  • Senior Management
  • Risk Modeling Team

Method

  • Pre-test
  • Presentation
  • Discussion
  • Case study
  • Post-test

Facilities

  • Ruang Meeting Representatif
  • Sertifikat Pelatihan Resmi
  • Instruktur Profesional & Berpengalaman
  • Training Kit Eksklusif
  • Souvenir
  • Pick Up Participant (Yogyakarta)
Back to services

Registration form

Top